RSS Feed
This is a mood message, you can edit this message by editing file message.php, or you can also add here some advertisement.

Selasa, 04 Oktober 2011

Wake (me) up when September Ends !!

"awal kedatangan islam sebagai sesuatu yg asing, dan ia akan kembali (menjadi) asing sebagaimana awalnya. Maka kebahagiaan bagi orang2 yang asing" (HR.Muslim)

Saat peristiwa itu berlangsung, kebanyakan dari kita masih lugu untuk memahaminya. Waktu itu pun saya masih kelas 1 SMA,orang2 sekarang bilang masih ababil, masih inkonsisten&belum mengerti banyak hal. Yang saya tahu,beberapa tahun kemudian Greenday bikin lagu yg enak didengar . :)
Waktu yang cepat menggiring saya dalam sebuah forum diskusi hangat untuk mencari sesuap hikmah yang lezat. Beberapa saat setelah tragedi11september terjadi,Kakak kelas saya yang menjadi tutor diskusi mengatakan pada kami-kami yg kelas1 ini, jika di Amerika sana makna Terorisme adalah orang yg ingin menjalankan&menegakkan syariat islam.
What??
Sebenarnya saya agak bingung menentukan ekspresi kaget&ketidak percayaan ini. Tapi siapa yg tak terkejut jika agama yang mengajarkan kasih sayang,menjunjung tinggi keadilan dan menjadi rahmat semesta alam menjadi tertuduh akan teror&tindak anarkis yang terjadi? Sedemikian didiskriminasikan-kah kita(umat islam) oleh mereka sehingga untuk menjalankan syariatnya saja sampai dicap teroris?
Mari kita telisik lagi,syariat mana yg menjadi ancaman dunia itu:
Bangunan mesjid dengan panggilan adzannya sebagai seruan beribadah, jilbab yang melindungi dan memuliakan perempuan, atau lantunan ayat suci Al-qur'an yg menggetarkan hati ?? Saya tidak tahu dan tidak mengerti syariat mana yang destruktif terhadap manusia.
Pada faktanya di berbagai belahan dunia, kaum muslim difitnah dan dihina dinakan tanpa henti. Mesjid dihancurkan, perempuan berjilbab dipaksa melepas jilbabnya dan mushaf Al-Qur'an dirobek serta dibakar. Kita benar-benar menjadi buih di lautan,banyak tapi semu dan tak ada artinya dihempas ombak.
Butuh waktu untuk memahami hal ini. Seperti kita membutuhkan nurani, kesadaran tinggi dan pikiran kritis untuk mencerna,menganalisa dan memandang semuanya.
Dan tentu saja,kita membutuhkan petunjukNya yang terabadikan dalam Al-Qur'an untuk memahami islam yang benar..

***

Dalam bukunya yang berjudul "the class of civilization", Samuel Huntington menyatakan bahwa di dunia ini terdapat berbagai peradaban. Salahsatunya peradaban barat sekarang. Dari sekian banyak peradaban itu, yang paling potensial menantang eksistensi Barat dalam mencengkeram dunia adalah peradaban Konfusius dan Islam. Barrier yang dirasakan Barat adalah jika kedua peradaban tadi menjadi satu kesatuan mandiri yang sistemik, yaitu jika mereka punya "negara inti". Konfusius sudah memiliki China sebagai negara inti. Umat Islam dikhawatirkan menuju kesana, terlebih jika sudah memiliki wadah kekhalifahan yang nyata sebagai bentuk kesatuan politik mandiri dan tentunya lebih kuat dari sekedar negara inti. Mau tak mau Barat harus melakukan segala langkah untuk menghambat segala hal yang menjadikan kedua peradaban itu-terutama Islam- bersatu dalam politik dan pemikiran.
Buku dari Huntington ini banyak dikecam karena menyulut perang peradaban. Namun ini bukan omong kosong belaka. Fakta pada tahun 2OO4, NIC (National Intelligence Council) yang sejalan dengan teori Huntington menyatakan kemungkinan skenario dunia masa depan yang muncul adalah: kebangkitan China-India, Pax Americana (Amerika sebagai penguasa dunia) dan khilafah Islam.
Barat, dalam hal ini AS dan sekutunya sebagai penganut sekulerisme dan Imperium yang mengklaim demokrasi tapi mendukung rezim diktator, melakukan berbagai tindak imperialis kolonialis khususnya di negara2 muslim. Dengan motif menguras kekayaan alam, menjajah dan merusak tsaqofah umat islam serta mencegah kebangkitan umat islam. Mereka melakukan berbagai pembodohan terhadap rakyatnya dan dunia lewat media yang dimanipulasi. Lewat sistem gombal berkedok global semacam IMF,bank dunia,PBB,unicef dll. Pun sebuah pembodohan yang apa Noam Chomsky sebut dalam bukunya yang berjudul: "maling teriak maling, Amerika sang teroris"(terjemahan) sebagai "Newspeak". Sistem penjungkirbalikan istilah, setiap istilah dihilangkan maknanya lalu diberi makna baru untuk kemudian dipropagandakan lewat buku,konferensi dan utamanya media massa.
Puncaknya tentu sebuah konspirasi besar pada tanggal 11september 2OO1 yang dicreate untuk menahbiskan umat Islam sebagai penyebar teror yang mengancam dunia. Sebuah gong yang Amerika ciptakan untuk "war against-GLOBAL TERORISM". Perang melawan terorisme yang dalam kamus newspeak adalah manusia yang ingin menjalankan syariat Islam.
Dari berbagai sudut pandang, Konspirasi mereka terbilang berhasil. Bahkan dalam memori otak kita, coba saja untuk mengetik kata "teroris" dan masukan kedalamnya. Bukankah yang terbayang adalah wajah2 arabia dengan janggut panjang? bukankah yang terbayang adalah Osama, Al-Qaeda, dan bau-bau Islam lainnya??
Pengendalian pikiran yang dilakukan media mereka, dari CNN hingga Tv One memunculkan berbagai gambaran seram terorisme yang diasosiasikan dengan umat islam. Lihat saja, ketika umat islam melakukan penyerangan yang sebetulnya merupakan reaksi balik atas kekejaman dan penindasan, kata "teroris" akan segera muncul. Pernahkah kita memikirkannya kenapa?
Padahal ketika umat islam dibantai di poso&ambon, kata yg muncul adalah "konflik SARA". Palestina diluluhlantakkan israel, disebutnya sebagai "perebutan daerah". Bagaimana dengan pembantai Norwegia yang hanya dicap psikopat, pemberontak papua sebagai separatis?
Dan bagaimana dengan AS yang menggempur Libya,Pakistan&negara Muslim lainnya disaat mereka menyerukan "anti-terorisme"?
Jadi yang teroris itu sebenarnya siapa??

***

Newspeak bukan hanya seputar terorisme. Juga berbagai kata lain seperti toleransi, mutual-respect, jihad, khilafah dsb. Pasca serangan11september, George W. Bush melarang peredaran buku kitab tauhid karangan Syekh Muhammad bin Abdul Wahab, juga buku2 karya Sayid Quthb dan buku2 lainnya karena dapat menumbuhkan semangat JIHAD yang Barat anggap sebagai pemicu terorisme.
Karena buku yang dapat menjadi pembentuk pikiran hilang, maka umat pun bodoh. Disinilah media massa masuk mengendalikan pikiran yang kering ilmu lewat berbagai propaganda newspeak. Lewat intervensi terhadap kurikulum di sekolah&madrasah. Barat memang tidak mengatakan stigma jihad adalah terorisme, namun mereka memadamkan kehendak jihad dalam bentuk pemikiran Islam sebagai agama moderat,liberal&cinta damai -yang dapat menerima infiltrasi sekulerisme-.
Hingga masyarakat pun terpaksa menerima makna jihad menyempit menjadi "sungguh-sungguh".
Padahal makna Jihad tentu tidak selugu itu. Keluguan yang membuat kita terpedaya secara tak sadar. Keluguan kita terhadap agama kita yang akhirnya menjadi kunci kekuatan mereka.

Tragedi11september memang membuat masyarakat dunia menjadi lebih penasaran dengan Islam. Banyak dari mereka memakai kerangka pemikiran yang lebih objektif dalam menganalisa, benar tidaknya sebuah agama bisa mengajarkan para pemeluknya berbuat teror. Hasilnya? Alih-alih membenci, dalam 1dekade ini perkembangan Islam dan jumlah mualaf di Barat -AS dan Eropa-meningkat tajam. Mungkin saja trend ini adalah apa yang Rasulullah katakan sebagai "matahari terbit dari Barat" pada akhir zaman. Matahari sebagai cahaya dan sumber kehidupan. Cahaya peradaban Islam yang terus bersinar dengan gemilang diseantero jagat yang terbit dari Barat.

Namun janganlah terlena akan hal ini. Kejayaan Islam tak akan datang tanpa sebuah proses perubahan yang kita mulai. Bangunlah generasi muda Islam! Bangunlah dan juga bangunkan aku tanpa harus menunggu september usai. Bangunlah saat kita semua terlelap dalam sebuah pergantian musim. Musim dimana hujan berjatuhan dari arah bintang gemintang. Membasuh luka-luka yg 10 tahun menganga jadi derita...

Lawanlah arus Newspeak dengan akal sehat kita, lepaskan rantai tirani Imperium Barat yang mencekal dan menggenggam erat pemikiran kita. Sebagai bentuk upaya merevolusi pemikiran kita, mengembalikan setiap persoalan pada Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk seterusnya mengumpulkan kekuatan dalam sebuah perjuangan. Mungkin kita akan menjadi terasing, tapi bukankah Islam pada awal kedatangannya asing dan akan kembali asing??
Maka bangunlah! Dan juga bangunkan aku tanpa harus menunggu september usai...


Bandung, 2 oktober 2011