Senin pagi yg cerah. Bahkan teramat cerah. Hingga sorot mentari begitu perih menerobos retina dan panasnya memanggang pori2 kulit. Daun2 di pohon berjatuhan, sebagian melayang terbawa angin kering.
Lapangan itu, di lapangan yg sehari-harinya menjadi landasan parkir bagi kuda-kuda besi buatan jepang, kini berdiri tegak ratusan muda-mudi berbaju putih biru muda lengkap dengan topi. Sementara tangan mereka gemetar akibat pegal dan mata mereka memicing sipit ketika memberi sebuah penghormatan pada selembar kain yg dinaikkan sebuah pasukan khusus secara lambat. Wajar saja jika tangan mereka menjadi lelah. Harap dimaklum pula mata mereka menyipit sembari bibir menyeringai kepanasan,karena arah tiang pancang bendera menghadap tempat matahari terbit.
Selesai sesi ini, penantian belumlah usai. Karena sang pembina upacara pagi itu memulai orasi yg rasanya sering didengar. Saya, yg berada di tengah kerumunan manusia berdiri resah gelisah menanti kapan ini akan berakhir. Kaki saya gemetar menahan kebelet pipis. Dahi terus mengucurkan keringat. Topi yg digunakan pun tak mampu menahan panas. Pidato pembina yg terdengar itu-itu saja pun tak saya perhatikan. Biarlah, paling2 isinya tentang bagaimana menjadi bangsa yg nasionalis,patriotis dan berasaskan pancasila, jika tidak ya paling menyuruh pemuda bersumpah demi negara. Huhh!!! Saya ingin buru2 pergi saja dari tempat ini!!
Sementara itu mata saya menyapu rekan2 lainnya. Mereka tetap berdiri tegak, tak sedikit pun menyiratkan nada gelisah. Dengan seksama mendengar pidato (atau doktrinasi?),meski saya yakin mereka sudah hapal dengan isi pidato tersebut. Ah..Seperti yg bapak pembina ganteng bilang, mereka memang pemuda yg nasionalis. Tidak seperti saya..hehe ahirnya saya menyadari bahwa saya memang bukan org yg nasionalis...
***
Sebelum kalian yg membaca tulisan ini berdemonstrasi lalu menjudge saya sebagai manusia yg tidak nasionalis dan mencintai tanah airnya sendiri, ada baiknya saya paparkan pandangan nasionalisme sepengetahuan saya. Sebelumnya, marilah kita menyanyikan lagu indonesia raya! Hehe,bukan.. Saya tidak berniat mengajakmu utk bersenandung ria.
Mari kita buka cakrawala kita, dan hilangkanlah pikiran subjektif&rasa keakuan yg membelenggu.
Sekarang tutup mata. Rilekskan diri,konsentrasi tinggi dan anggaplah saya seorang hipnoterapis yg akan menggiring alam bawah sadar menembus batas2 waktu.
Sudah rileks?? Sambil menunggu kalian rileks, saya mencoba membuka opera mini di hp nokia 3220 saya yg udah jadul. Saya buka wikipedia, lalu mengetik keyword "nationalism". Sebentar..jaringan m3 lemot.hmm..argghh..susah amat sih!
hore!! ahirnya bisa jugaa!! (dengan ekspresi gembira)
Yak,ahirnya bisa! Oke, menurut om wiki definisi nasionalisme adalah: " 1 paham yg menciptakan&mempertahankan kedaulatan sebuah negara(dlm bhs.inggris 'nation') dengan mewujudkan 1 konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia."
ngerti? Saya sih enggak.
Baiklah, saya rasa kalian sudah cukup rileks. Sekarang, anggaplah kalian tidak membaca tulisan saya. Anggaplah saya yg ganteng ini berada di hadapan kalian!!
.....yg di hadapan kalian ini... bukanlah mario teguh apalagi mariio bross, bukan pula seorang sales sebuah perusahaan multi level marketing. Tapi saya adalah dade corbuzier,master mentalis yg akan menuntunmu di perjalanan spektrum bawah sadar dalam lorong waktu kita kali ini.
Nah, sekarang kalian bantu saya ya.. bantu yaaa..!!
Bimsalabim jadi apa prok prok prok!!WUSSSHHHH!!!!
...............
AHA!! Lorong waktu membawa kita dalam sebuah perjalanan menuju peradaban awal masehi dimana di sebuah benua nun jauh disana berdiri sebuah imperium yg luarbiasa besar: Romawi. Romawi merupakan sebuah kesatuan utuh di daratan eropa. Invasi demi invasi di daratan eropa hingga semenanjug afrika utara dan sebagian jazirah arabia yg dilakukan membuat Romawi menjadi imperium dgn wilayah yg saaangat luas!
Dan kali ini kita berada di abad 4 M di saat kaisar Konstantinus Agung memimpin Romawi. Kalian bisa lihat Romawi kewalahan menghadapi serangan demi serangan yg dilakukan bangsa 'barbar' Jerman yg terdiri dari suku vandal,goth,visigoth dan ostrogoth. Ini membuat saya teringat pada final liga champion antara intermilan vs bayern muenchen.
Berbeda dengan final LC yg dimenangkan Inter dgn strategi pragmatis ala benteng Romawinya, peperangan ini sepertinya akan dimenangkan bangsa Jerman. Rupa-rupanya para tentara bayaran Romawi sulit menandingi formasi menyerang bavaria Jerman yg memang hobi berperang.
Ahirnya, Konstantinus sebagai peramu strategi membuat manuver dengan membagi Romawi menjadi 2 bagian: barat &timur agar kekuatan militer menjadi efektif. Tapi apa yg terjadi? Alih2 menguatkan posisi, pembagian wilayah malah membuat kekaisaran romawi barat melemah sedangkan yg di timur belumlah solid, dan kekacauan besar pun terjadi! Imperium Romawi yg dibangun berabad-abad runtuh! Romawi barat luluh lantak,s ementara romawi timur mengasingkan diri melahirkan peradaban baru yaitu 'byzantium' (ibukotanya konstantinopel yg nantinya dikenal dgn nama istanbul).
Sejenak kita saksikan. Usai meluluhlantakkan romawi, Jerman dengan segera mengubah geopolitik bekas imperium romawi dengan peta baru yg pemisahan wilayahnya didasarkan pd kesamaan bahasa serta suku bangsa. Artinya wilayah yg dulunya satu imperium besar itu telah terbagi2 menjadi berbagai negara yg memunculkan kelahiran eropa. Nah, di perjalanan kali ini kita bisa mengambil 1 informasi bahwa di zaman inilah cikal bakal nasionalisme lahir ke muka bumi, yaitu ketika bekas wilayah Romawi dipecah menjadi berbagai 'nation state'.
Belum puas jalan2? Baiklah, kali ini hipnotis sakti saya akan menggiring alam bawah sadar kalian menggunakan mesin waktu ala doraemon menuju sebuah negeri berpasir dengan pohon2 kurma yg tumbuh subur diatasnya. Mari menjelajah jazirah arabia abad 7 M , ketika Muhammad SAW menciptakan keseimbangan dalam pemerintahan dan kenabian. Ya! Dia adalah seorang utusanNya menyampaikan wahyu illahi sekaligus pemimpin pemerintahan yg dgn gemilang menjadikan kekhilafahan islam berjaya. Dengan kelembutan dan ketauladanannya menyatukan berbagai bangsa tanpa kekerasan dalam perang atau pemaksaan keyakinan. Bahkan Michael Hart (penulis buku: 100 tokoh paling berpengaruh sepanjang masa) yg notabene seorang yahudi memilih Muhammad sebagai tokoh no.1 diatas para tokoh agama lain semodel yesus dan sidharta gautama. Itu karena Muhammad-lah satu2nya pemimpin agama sekaligus pemerintahan yg paling sukses di tengah bangsa arab yg jahiliyah.
Ketika bekas wilayah romawi dipisah2kan kedalam berbagai negara suku bangsa, disaat bersamaan pemerintahan islam ala Muhammad yg disebut kekhilafahan justru merangkul berbagai aneka jenis manusia hingga memiliki keanekaragaman keyakinan,ras dan bangsa2. Nordik,arabik,negroid,parsi. Islam,yahudi,nasrani semuanya bersatu padu menciptakan keserasian dalam syariatNya. Tidak ada pembedaan penduduk berdasarkan asal suku bangsa&bahasa.
Setelah menengok ke abad 7, mesin waktu akan terus menggiring kita menerobos batas-batas waktu. Dan kita menjadi saksi berkembang pesatnya peradaban Islam. Termasuk kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi,dan seni.
Kita transit sebentar di tahun 1453, ketika Muhammad Al fatih menaklukan benteng konstantinopel dalam perang dahsyat yg turut serta melibatkan tokoh antagonis terkenal dalam sejarah yaitu prince Vlad Dracula. Setelah konstantinopel runtuh, maka wilayah byzantium pun melebur dgn peradaban islam. Masyarakatnya yg bermacam2, tak peduli bersuku atau berbahasa apa pun menyatu dalam 1 kesatuan.
Oke,kita lanjutkan perjalanan dimana kita saksikan sedikit demi sedikit berbagai kemajuan yg diraih oleh ilmuwan&cendekiawan islam dicuri dan diklaim sepihak oleh musuh yg tak pernah senang dgn kejayaan islam(baca:negara barat).
Karena perang demi perang yg mereka lakukan slalu saja berakhir dgn kekalahan, maka suatu ketika dalam sebuah kongres parlemen. Disraeli, PM inggris keturunan yahudi sambil menenteng nenteng Al Quran berkata: " kaum muslimin tak kan dapat dikalahkan sampai ini, AL QURAN dijauhkan dari mereka!!" dan sedikit demi sedikit mulailah pencabutan pemahaman islam. Mereka memulai langkah dgn menebar benih nasionalisme yg bersifat chauvinistic utk menggantikan pemahaman akan islam. Mereka juga mengirim agen2 yg menyamr sebagai misionaris utk menanamkan keraguan akan islam&menjauhkan kaum muslimin dari pemahaman yg benar tentang islam.
Keruntuhan mulai menganga hingga pusat kekhilafahan di turki yg sudah lemah mengalami goncangan hebat dengan masuknya faham nasionalisme dari para nasionalis yg dpimpin mustafa kemal pasha di tahun 1924, mengakibatkan sistem pemerintahan islam yg berdiri tegak selama 14 abad runtuh. Konsep islam dihapuskan dan diganti dengan konsep pemisahan agama dari negara (sekulerisme).
Huh!! cape juga ya berjam-jam kita melakukan perjalanan di lorong waktu ini. Satu kesimpulan bisa kita ambil bahwa ajaran islam tidak mengenal sistem pemerintahan yg berlandaskan paham kebangsaan (nasionalisme). Islam menolak konsep negara yg didasarkan pada turunan atau bangsa sebab faktanya memang hal itu tidak pernah dicontohkan Muhammad. Tujuan manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa adalah untuk saling mengenal dan saling memahami perbedaan, bukan untuk membentuk suatu negara bangsa. Betul kan? Beliau pun bersabda: " bukanlah termasuk golonganku orang2 yg ashobiyah dan berperang karena ashobiyah."
Apakah ashobiyah?? ashobiyah adalah kamu membela golongan pada kedzaliman atau bukan karena islam. Yg termasuk ashobiyah adalah chauvinisme dan nasionalisme.
Sekali lagi saya membawa kalian berjalan2 ke tanah al Quds, palestina. Tempat dimana jutaan liter darah umat muslim tiap harinya tumpah ruah memenuhi ruas2 jalanan.
Masjidil aqso,kiblat ke2 muslim menjadi saksi ribuan anak2 dan wanita yg syahid karena memerangi zionis israel.
Ketika darah2 muslim itu jatuh ke tanah,dimanakah umat muslim yg lain?? Dimana empati bangsa arab,turki,syria,mesir,indonesia ketika anak2 itu menjadi target timah2 panas sniper israel??
Ketika jutaan umat islam di palestina,chechnia,afghanistan,iraq,hingga poso dibantai dan dihina dinakan tanpa henti, dimana hati para pemimpin negara islam yg nasionalis itu?? Bukankah khalifah mu'tashim billah sampai mengirimkan ribuan pasukan ke Amuriyah 'hanya' karena seorang muslimah diperkosa bangsa tersebut??
Hanya karena masalah teritori dan hanya karena berbeda bangsa serta negara, empati kaum muslim mati seiring matinya keadilan! Tidaklah halal seorang muslim merasa fanatik dan unggul karena jenis ras,warna kulit dan tanah air. Nasionalisme telah menanamkan pemahaman bahwa kita harus mencintai negara sendiri lebih dari apapun. Nasionalisme adalah paham chauvinistic terselubung yg membuat kita diset untuk memikirkan diri sendiri. Membuat berbagai negara hanya sibuk memperkaya diri sendiri tanpa mau memeratakan kekayaannya dengan saudara seakidahnya sendiri karena berbeda teritori.
Lihatlah!Syaikh2 raja minyak timur tengah lebih asyik membeli klub bola liga inggris daripada memerangi israel dgn kemampuannya. Atau setidaknya menyetop ekspor minyak ke amerika&israel yg mengkonsumsi 80% produksi minyak dunia. Padahal jika saja negara2 islam ini kompak dan berani untuk melawan , mereka tinggal menyetop ekspor dan kerjasama dengan 2 negara tadi. Mati deh! amerika dan israel kembali ke jaman batu!
***
Ahirnya, perjalanan pikiran kita telah berakhir. Dalam tiga hitungan kalian akan sadar. Tiga!!!
Dan tepuk tangan penonton akan membangunkan kalian.. (tepuk tangan dong ahh!)
Yak, bagaimana rasanya perjalanan kita tadi? Ada yg pusing, mual2, bahkan sampai sakit perut segala?hehe
baiklah, apa2 yg kalian dapatkan dalam perjalanan pikiran tadi silakan dicerna baik2. Mau diterima atau tidak terserah, tapi please!! jangan sampai mendebat sabda saya yg suci!hehehe,bcanda ding.
Saya tidak berharap seperti Leonardo di caprio dalam film 'inception' yg berhasil menanamkan pemikiran pada alam bawah sadar manusia. Saya juga tidak berharap seperti dedy corbuzier atau romy rafael, master mentalis yg memberi sugesti pada kalian hingga kalian melakukan apa yg saya mau. Meski saya percaya kalian akan merenungkannya hingga jiwa kalian terguncang.hehe
Saya mencintai tanah air saya, dan kalian pun harus mencintai tanah air kalian tapi saya tidak mau cinta pd tanah air melebihi cinta saya pada Allah dan RasulNya. Sepakat? Sepakat dong ahhh!!!
:D
*wallohualam bishawab.Jika tulisannya terlalu panjang dan terdapat banyak kekurangan, mohon dmaafkan dan dikoreksi. Ok?;)
Kamis, 04 November 2010
nationalism inception
Selasa, 02 November 2010
kebun organik pastor agatho
Untuk dinyatakan sebagai pangan organik, cara bertani harus memenuhi persyaratan sistem pertanian organik, bukan semata-mata tidak menggunakan pestisida, tetapi secara keseluruhan sistem pertaniannya menerapkan prinsip organik. Ada 17 prinsip, antara lain memelihara ekosistem untuk mencapai produktivitas yang berkelanjutan, mengendalikan tanaman pengganggu/gulma, hama, dan penyakit dengan cara-cara alami (misalnya daur ulang residu tanaman dan ternak, menggilir dan menyeleksi tanaman, pengadaan pengairan, penggunaan bahan hayati dan lain-lain), sehingga mampu mempertahankan keseimbangan dan keselarasan alam, demikian penjelasan Ahmad Sulaeman Ph D, Direktur Indonesian Sustainable Agricultural Initiatives (ISAI).
Sungguh suatu hal yang ajaib menemukan bahwa harga dasar produk organic dari perkebunan yang boleh dibilang salah satu pelopor pertanian organic di Indonesia ternyata hanya 10 sampai 20 % dari harga yang kita temui di pasar swalayan, atau hypermarket di Jakarta. Padahal jika berdasar perhitungan cara bertani organik, biaya produksi justru rendah karena minim pemakaian pupuk dan obat-obatan. Pada tahun-tahun awal memang terjadi shock produksi, karena pemakaian pupuk dan obat-obatan dihentikan. Pengolahan tanah diubah. Namun berdasar kajian, setelah lewat 3 tahun hasil pertanian organik meningkat dan setelah melewati tahun ketujuh, produktivitasnya justru melebihi cara pertanian konvensional.
Penyebab harga yang relatif mahal justru disebabkan faktor propaganda atau promosi. Dalam masyarakat kita saat ini sudah tumbuh kesadaran bahwa mengkonsumsi produk organik yang dianggap minim tingkat residu zat kimia sintetis ini mampu menyehatkan. Sebagai konsekuensinya, logis saja jika membeli produk bernilai tambah membutuhkan additional cost alias lebih mahal. Produk Organik juga tidak harus selalu jelek penampilannya, misalnya berlubang. Dengan pengawasan pengelolaan yang intensif, bisa saja dihasilkan sayur-buah organik yang mulus. Di tempat yang juga menjadi kawah candra dimuka bagi siapa pun yang ingin menjadi petani organic Pastor Agatho menjelaskan Visi Yayasan Bina Sarana Bhakti (BSB) yang berusaha memahami evolusi alam dan kenyataan pembangunan manusia. Dua karya tersebut ternyata berbeda, dimana menurut Pencipta semua ada untuk melayani yang lain, sementara manusia mengira semua itu ada untuk dipakai sendiri. Alam bersifat organis, manusia bersifat egois. BSB berkeyakinan sikap organis itulah yang menjadi dasar kemajuan. Di dalam alam segala sesuatunya menghasilkan lebih daripada yang dibutuhkannya sendiri, lebih banyak menguntungkan yang lain daripada diri sendiri. Sementara Misi dituangkan dalam nama BSB, yaitu ingin membina (menyiapkan, mengembangkan) berbagai sarana (metode, alat) agar setiap manusia bisa makin berbakti dan melayani sesama, alam, dan Tuhan. Yang penting saat berbelanja, pertama-tama baca label lalu berpikirlah logis. Tanyakan pada diri sendiri sebelum makan sesuatu, apa manfaatnya bagi tubuh kita. Kalau memang tidak akan mendapatkan apa-apa, lupakan saja. Rasa itu Cuma ada di sejengkal bagian tubuh (dari ujung lidah sampai leher) sementara kalau tidak bermanfaat akan menjalar ke seluruh tubuh. Liver, jantung, atau bagian lain yang biasanya menderita karena kita mementingkan rasa yang enak daripada kesehatan keseluruhan.

