RSS Feed
This is a mood message, you can edit this message by editing file message.php, or you can also add here some advertisement.

Jumat, 25 Februari 2011

perenungan (tentang ahmadiyah)

Saya lagi merenung. Jongkok tercenung di depan ember yang penuh terisi air. Sedangkan di sebelah kiri saya ada bak berisi air dengan volume yg lebih besar daripada ember tadi. Diatasnya ada keran menitikkan air setetes demi setetes. Suara tetesan airnya beriringan dengan suara jangkrik yang mengalun indah serempak menyuarakan revolusi.


Di perenungan ini, saya jadi teringat ahmadiyah. Ahmadiyah yang mengaku islam.

Sebelum kita menjudge, saya mencoba fair untuk bersikap. Marilah kita mulai dengan "sang nabi" ; mirza ghulam ahmad. Sang nabi sekaligus pendiri ahmadiyah. Jika memang dia mengaku islam, ada satu hal yang sangat kontradiktif antara islam dengan keyakinannya. Karena Islam sangatlah jelas dipimpin oleh Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir, ini membuat saya heran. Namun sebelum menarik kesimpulan, mari buka sejarah sejenak. Sejarah yang mungkin diperam para pemenang sejarah.


Mirza Ghulam Ahmad yang lahir dalam keluarga Muslim di suatu desa di India Utara yaitu Qadian tahun 1839M menceritakan bahwa ayahnya bernama Atha Murtadha berkebangsaan mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal. 134, kary. Mirza Ghulam Ahmad).

Namun anehnya, ia juga mengatakan “Keluarga dari Mongol, tetapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal dari Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada yang mengetahui seluk-beluk keluargaku seperti berita yang datang dari Allah Ta’ala.” (Hasyiah Al-Arba’in, no.2 hal.17, karya Mirza Ghulam Ahmad).

Dia juga pernah berkata, “Aku pernah membaca beberapa tulisan ayahku dan kakekku, kalau mereka berasal dari suku mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku bahwa aku dari bangsaPersia.” (Dhamimah Haqiqatil Wahyi, hal.77, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Yang anehnya lagi, ia juga pernah mengaku sebagai keturunan Fathimah bin Muhammad.

Asal-usulnya memang sedikit absurd. Tapi kita tinggalkan saja dia.


Anggap saja dia benar nabi. Hal pertama yg seharusnya dia lakukan adalah dia tidak merujuk pada AL quran, karena sudah jelas alquran adalah kitab umat islam dan diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad seorang.

Sedangkan dia masih merujuk pada beberapa ayat di alquran, itupun parsial-sebagian- saja. Tidak utuh dan menghilangkan substansi yang terkandung dlm ayatnya. Lha ini bagaimana, katanya nabi baru.. tapi masih merujuk alquran?? Bukankah setiap nabi dan rasul itu membawa wahyu baru dan kitab baru?


ini satu contoh dia mengotak-atik quran dan menggabungkannya ke dalam kitab suci versinya -Braheene Ahmadiyyah-:

” ‘Inna Anzalnaahu Qariiban min alQadian wa bil Haq anzalnaahu.

(Ing.) No doubt we have sent him (Mirza) near Qadian and with truth we have sent him’;

(Ind.) Telah jelas bahwa kami telah mengirimkannya (Mirza) dekat Qadian dan dengan benar kami telah mengirimkannya ‘; . . .

pernyataan wahyu yang telah diterbitkan dalam Braheene Ahmadiyyah ini telah jelas dan keras menyatakan bahwa nama Qadian telah disebut secara jelas dalam Quran atau Hadits sebagai pernyataan kenabian.”

(catatan: Coba periksa ‘tenses’ yang sengaja dalam Quran dibuat past tense–dalam bahasa arab disebut madhi yang berarti suatu kejadian yang sudah lewat atau lampau pada waktu al Quran disampaikan/diwahyukan—Seandainya akar kata nazala tersebut dibuat untuk perkiraan, masa datang, atau masa kini, Allah akan mengatakan “Unazzilu” sebagai ganti “Anzalna”.)

Allah mewahyukan Qur’an dalam bahasa arab dengan akurasi yang luar biasa, seandainya ditulis dalam bahasa apapun, maka al Quran akan menjadi suatu maha karya yang luar biasa dalam hal akurasi maupun isinya–seperti halnya yang telah ditulis dalam bahasa Arab.


saya sendiri heran kenapa mirza mendapat wahyu dalam bahasa arab. Biasanya sih , seorang nabi dan rasul mendapat wahyu itu sesuai bahasa ibunya. Katakanlah Muhammad mendapat wahyu bhs arab. Yesus (isa) mendapat wahyu dlm bahasa ibrani dll. Kalo dia nabi harusnya ya dapet wahyu dalam bahasa urdu, bahasa ibu dia.

Jika mirza konsisten dengan kenabiannya dan umat2nya konsisten menjadikan dia sebagai nabi, maka silakan buat kitab suci baru, nama agama baru, tampat ibadah baru dan kelengkapan lainnya yg serba baru. Dan please, bikin aturan hidudp sendiri sesuai apa yg telah "tuhan" wahyukan padanya. Rasanya cukup fair bukan..?? Daripada mengaku islam.


ohya satu lagi, dan ini -saya rasa- bisa menguak tabir misteri siapa dia sebenarnya.

Mirza hidup dalam kungkungan imperialisme inggris di india selama puluhan tahun. Seorang pemimpin, apalagi pemimpin umat. Wajarlah kiranya jika dia melakukan pemberontakan atas kedzaliman yang terjadi, membebaskan umat dari cengkeraman imperialis yang mengkebiri HAM. Bagaimana dengan Mirza??


Sementara Penjajah Inggris dibuat pusing di India karena adanya semangat Jihad di kalangan Muslim,, dalam anjuran dan dakwahnya, Mirza Ghulam Ahmad justru menulis buku-buku dan pamflet-pamflet yang membatalkan/MENCABUT JIHAD serta menganjurkan KESETIAAN KEPADA PENJAJAH INGGRIS SEBAGAI RUKUN IMAN. Disinilah momentum Mirza Ghulam mendirikan Gerakan AHMADIYYAH tahun 1889 dan menamakan pengikutnya sebagai AHMADI MUSLIM. Ia memberi label kepada umat yang tidak menerimanya dan tidak menerima kenabiannya sebagai haram jadah(bastards).

Coba simak 1 pernyataan Mirza dalam sbuah bukunya:

"Sejak kecil sampai sekarang setelah berumur 65 tahun, saya telah melakukan dengan pena dan lidah saya, tugas-tugas penting dalam mengubah hati umat Muslim kedalam cinta kasih & niat baik serta simpati terhadap Pemerintah Inggris dan melenyapkan ide dan semangat Jihad dari hati orang-orang (Islam) bodoh itu. " (Kitab-ul-Bariyah, Roohani Khazain vol 13 p.350)

Bukankah berbeda dengan Ibrahim yg menghancurkan berhala karena akal logisnya yg merasa tidak mungkin patung menjadi tuhan?? Atau Isa yg juga menentang imperialisme Romawi terhadap bangsa yahudi??


dari sinilah muncul spekulasi terbesar bahwa dia menjual keimanannya demi mendapatkan keuntungan harta. Di satu sisi muncul juga dugaan dia budak inggris dalam upaya memecah belah umat islam yang nampaknya saat ini telah berhasil.

Dan saya punya 1 pertanyaan : dimanakah lokasi pusat ahmadiyah yang juga sebagai tempat kongres tahunan ahmadiyah..??

Yuph! anda benar!! jawabannya absolutely: INGGRIS.


Tapi sekali lagi, ini hanya spekulasi (kecuali kantor pusat ahmadiyah yang jelas fakta, silakan cek di ustad google).

Jika memang ingin mengetahui kebenaran sejatinya, perlu mesin waktu untuk mengeceknya. :)


***

Sesungguhnya para Penguasa itu, dan musuh2 Allah SWT lainnya sangat takut akan KEBANGKITAN ISLAM, serta SEMANGAT JIHAD dari kaum Muslimin. Mereka tahu bahwa dengan adanya MUSLIM YANG MEMELUK QADIANI/ AHMADI, berarti berkurang lagi satu umat Muslim. Tiap orang Ahmadi harus percaya bahwa JIHAD ADALAH HARAM. Dengan demikian Gerakan Ahmadiyyah Movement adalah agen Anti Kekuatan Islam dalam rangka membuang keimanan ummat atas nama Islam.


Tapi saya pikir yg terpenting adalah meningkatkan kualitas keimanan kita, mempercayai sedalam-dalamnya bahwa islam yang kita pilih, yang telah Muhammad sampaikan pada kita via Alquran dan al hadits adalah sebenar-benarnya rohmatan lil alamin. Orang lain? ya terserah. Lakum diinukum waliyaddin; untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.

Tapi kalo ahmadiyah ngaku islam ya lain lagi ceritanya..ya gak?? :)


semoga Allah SWT menjaga iman setiap muslim dari godaan2 kejahatan. amin.

Sabtu, 19 Februari 2011

dunia anak-anak

Saya tiba di rumah malam hari setelah beberapa hari tidak pulang. Badan saya terasa amat lelah. Mata saya pun sedikit berkunang-kunang. Ketika saya membuka pintu, sosok kecil berperawakan pendek dengan rambut poni itu melirik ke arah suara pintu berdecit. Lalu dalam sepersekian detik raut mukanya yg masam cemberut tiba2 berubah cerah. Itulah dia, adik terkecil saya yg masih berusia 3 tahun. Dengan senyum lebarnya yg innocent, dia kemudian berlari ke arah saya seraya menghambur ke arah kaki saya. Saya lalu jongkok untuk membiarkannya memeluk saya.

Dia minta saya memangkunya. Saya menolak. Tapi rengekannya yg manja mau tak mau memaksa saya mengabulkan keinginannya. Dalam kondisi lelah, saya memangku sang malaikat kecil. Namun tingkah lakunya yg lucu sungguh membuat rasa lelah itu hilang..!! :)

apakah kamu punya adik, ponakan atau bahkan anak yg masih kecil? Cobalah perhatikan mereka barang sejenak, semenit atau 2menit. Kamu pasti bisa merasakan betapa dunia ini mendadak berubah ceria saat menikmati kelucuan mereka. Begitulah.

Anak kecil memang seolah ditakdirkan menjadi penyemarak suasana. Tingkah laku dengan segala gerak-gerik ditambah mimik yg lucu seperti mampu membuat orang yg melihat bakal terkekeh-kekeh atau paling tidak menyunggingkan seutas senyum. Senakal dan sebandel apapun mereka dengan lakunya yg kadang nyebelin, kehadiran anak kecil bisa diibaratkan seperti lilin di tengah kegelapan.

Begitu banyak drama tentang emosi dan konflik berkepanjangan yg menemukan happy ending berkat kehadiran dan keberadaan anak-anak. Lihatlah ketika kelahiran seorang bayi mampu melumerkan kebekuan hubungan orangtua dengan anak atau menantunya. Bahkan berita kehamilannya saja bisa membuat relasi suami istri yg retak menjadi kembali utuh dan meluluhkan sifat oportunis keduanya...

***

setelah puas memperhatikan adik, ponakan atau anak kecilmu itu. Apa yg kamu lihat dan rasakan ??

Mungkin suasana yg kamu rasakan mendadak berubah meski tak ekstrem namun menyegarkan.

itulah Sifat ceria anak-anak yg dapat menjadi pemecah kebuntuan dan menyamankan suasana.

Dalam kompleksitas hidup yg semakin banal ini, suasana yg ceria dan nyaman -sebutlah atmosfer kondusif- sangat mutlak kita butuhkan untuk menjalani putaran roda hidup yg makin hari makin berat dan bahkan kejam.

Dengan atmosfir kondusif saja kita sudah susah, bagaimana mau menjadi pemenang kehidupan jika kehidupan ini direcoki berbagai konflik yg tak ada ujungnya..??

Ada baiknya kita belajar dari seorang ayah yg berani menghilangkan egonya dengan meminta maaf pada anaknya ketika dia berlebihan memarahi sang anak. Atau ketika dia berusaha membangkitkan semangat anaknya yg down dengan bersikap ceria dan mengajak sang anak bercanda riang. Buat seorang ayah, reputasinya sebagai tauladan dan pemimpin keluarga jelas tak akan pudar hanya karena minta maaf dan banyak bercanda. Justru mungkin ia akan semakin disayang oleh seluruh anggota keluarga.

Sayangnya, makin sulit saja menemukan orang dewasa yg masih setia memelihara sifat kekanak-kanakannya. Tentu dalam konteks positif. Seseorang yg bisa menjadi pemecah kebuntuan. Pemberi kehangatan dan penghancur kebekuan suasana. Sebaliknya, seringkali justru kita tergoda untuk menjadi orang yang "benar benar dewasa" . Selalu berusaha menjadi pemenang dan tak pernah peduli pada suasana dan orang lain...

Rasanya makin sulit saja menolak keinginan adik saya untuk dipangku atau digendong. Meski badannya semakin hari semakin berat saja, tapi tak tega juga mengabaikan keluguannya. Selagi dia masih kecil.

Terang saja, jika ia sudah besar nanti, memangnya dia mau dipangku lagi?? :)

Maka sebelum terlambat, rasakanlah dunia anak-anak yang penuh warna. Yang penuh keceriaan. Dan rasanya tidak salah untuk memelihara sifat kekanakkan kita dalam konteks positif. Siapa tahu, itu kesempatan terakhir buat kita.

Selasa, 15 Februari 2011

mengapa ayam menyeberang jalan...???

Di bawah ini adalah beberapa jawaban dari orang-orang dari berbagai jenis profesi... Dari mulai ilmuan, presiden, mantan presiden, mantan menteri, artis, pemain film (bokep juga),,, dan lain-lain....

Check it Out....

Guru TK :

Supaya sampai ke ujung jalan.

Plato :

Untuk mencari kebaikan yang lebih baik.

FBI :

Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles :

Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Captain James T. Kirk :

Karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi.

Martin Luther King, Jr. :

Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

Machiavelli :

Poin pentingnya adalah ayam menyeberang jalan! Siapa yang peduli kenapa !! Akhir dari penyeberangan akan menentukan motivasi ayam itu.

Freud :

Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush :

Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin :

Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein :

Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela :

Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki :

Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

Mugabe :

Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyeberanginya dengan dorongan ayam-ayam veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyeberanginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahan Inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya !!

Isaac Newton :

Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Miyabi :

Ooohh.... Mmmhhh...

Programmer J2EE :

Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

Flasher :

Karena pada keyframe tersebut terdapat actionscript yang bertuliskan perintah 'GoTo And Run' ...

LB Moerdani :

Selidiki! Apakah ada unsur subversif?

Sutiyoso :

Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto :

Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya disukabumikan saja.

Habibie :

Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Darwis Triadi :

Karena di seberang jalan, angle dan lightingnya lebih bagus.

Nia Dinata :

Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya?

Desi Ratnasari :

No comment!

Dhani Ahmad :

Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...

Julia Perez :

Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada disana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaaaaaaaahhh dia kesanalahh.. Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten :

Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan).

Butet Kartaredjasa :

Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Roy Suryo :

Kalo diliat dari metadatanya, itu ayam asli.

Mega Karti :

Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko :

Berdasarkan petunjuk presiden.

and the best answer is..........

Gus Dur :

"Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot! Bukannya kerja tapi malah baca ginian..."

Kalo menurut kamu,,, Mengapa Ayam Menyebrang Jalan ????

:p


Rabu, 02 Februari 2011

Sejarah Natal 2

Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember?

Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuni di dalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).

H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan:

Namrud cucu Ham. Anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nirod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad" antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama "Semiramis".

Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mati.

Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-usul pohon Natal.

Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga". [/i]

Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut "Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di Cina, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan lain-lain.

Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa).

1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini.

2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.

3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.

4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana?an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.

5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besar dan dijadikan sebagai pesta rakyat.

Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus,Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zrates (Bangsa Persia) dan Fo Hi (Bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Solulus, Aristonicus, Tibarius, Grocesus, Yupiter, Minersa, Easter.

Jadi, konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba.

Konsep/dogma agama bahwa yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata kepada jemaat di Roma.

[color=redTetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma 3:7).

Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu. Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:

Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang?. (Matius 24:4-5).

Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal

Untuk mengetahi pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi dari tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4:

"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang."

Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal, yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala.

Selanjutnya mari kita simak penjelasan dalam Yeremia 10:5:

"Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara, orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat."

Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal

1. Catholic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Chrismas:

"Natal bukanlah upacara gereja yang pertama ... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."

Dalam buku yang sama, tentang "Natal Day" dinyatakan sebagai berikut:

"Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir'aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."

2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan:

"Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambi oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.'

3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944, menyatakan:

"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut". (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus) ... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus."

Keterangan:

** Jika kita menerima keterangan Injil Lukas, maka Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi. Hal ini didasarkan pada keterangan Injil Lukas yang menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1), dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 Masehi,* maka Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 Masehi, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23). Ini berarti, Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi.

Mengatasi Keterbatasan

Kin, sebut saja dia begitu. Dia adalah salahsatu personil dari grup vokal "PELANGI" . Buat para penikmat acara 'Suara Indonesia' yg ditayangkan Trans TV, nama grup Pelangi pastilah tak asing lagi. Pun buat saya, grup ini sangat terlihat menarik&excellent karena mereka terdiri dari sekumpulan anak muda yg memiliki kekurangan dalam penglihatan/tuna netra.

(nb: ketika menulis kata 'anak muda' ,saya jadi terasa sudah tua.. :) )

namun kekurangan tsb dapat dieliminir dengan semangat tinggi utk berkarya. Ditunjang bakat menyanyi yg bagus, para personil yg rata2 masih SMA ini menjelma menjadi salahsatu favorit di acara SI.

Ohya, tentang Kin. Bukan Kin jeffrey kurniawan. Saya memiliki kedekatan secara personal dengannya karena dia saat ini masih bersekolah di Sma almamater saya dahulu.

Saya mengenalnya sebagai pemuda yg cerdas, aktif dan religius. Meski dgn kemampuan terbatas, ia aktif di Rohis atau sebutlah aktivis da'wah di sekolah tersebut. Rohis yg memiliki lumayan banyak variasi kegiatan.

Salahsatunya adalah 'rihlah' atau biasa kita kenal dgn hiking dan tadabur alam. Sudah rutinitas, dalam setahun rohis tsb mengadakan rihlah 3-4 x ke berbagai tempat yg memiliki trek menantang dan pemandangan menakjubkan. Seperti Rihlah teranyar pada tgl 25 desember lalu, yg jg saya ikuti.

Bukan acaranya yg menjadi fokus saya. Namun keikutsertaan Kin yg membuat saya surprised. Sejak awal rute hiking, saya sering memperhatikannya. Ternyata kekurangan yg dimilikinya sama sekali tak menghalangi keinginan utk berpartisipasi dan berkarya. Berkali-kali tersandung bahkan terjatuh, namun dia seperti memiliki energi lebih yg tak dimiliki orang lain untuk menaklukkan setiap tantangan. Saya kagum dengan semangatnya mengatasi keterbatasan. Apalagi sikapnya sungguh menyenangkan dan sangat alami, tak sedikitpun mengeluh meski tubuhnya terus berpeluh.

Ah, saya jadi malu!! Saya yg memiliki banyak kelebihan malah sering mengeluhkan berbagai hal. Padahal Allah telah memberikan banyak anugerah yg jarang saya syukuri.

Wah, hari itu saya banyak belajar dari Kin. Ia memang tak menggurui lewat kata2, tapi ia berbicara lewat karya nyata. Secara fisik dia memang terbatas, tapi tidak secara mentalitas. Dia sanggup mengalahkan 'handycap' ,keterbatasan yg sering dikeluhkan atau malah dijadikan alasan utk tidak berbuat apa2.

***

Rasanya sangat mudah bagi saya membuat 1001 alasan untuk berdiam diri menolak berbuat kebaikan. Kadang kesadaran ini terperam dalam-dalam, tertimbun pemaafan dan pemakluman sebagai bentuk ketidakpedulian. Naif sekali memang. Ketika kita dianugerahi berbagai kelebihan: fisik, harta, waktu, ilmu... Namun tak secuil pun kita amalkan di jalanNya. Entah karena 'pemakluman ketidakmampuan' atau karena berbagai ketakutan.

"bagaimana dengan kuliah saya?"

" bagaimana dengan pekerjaan dan anak istri saya?"

"bagaimana jika harta saya habis?"

" bagaimana jika begini, bagaimana jika begitu..?"

Begitu banyak pertanyaan yg menggugat masa depan sebagai refleksi akan ketakutan. Padahal masa depan belum terjadi. Padahal masa depan adalah ketetapanNya.

Saya jadi teringat seorang ibu dengan 8 anak yg memutuskan diri menjadi relawan-tentu dgn izin suaminya- saat tsunami menerjang Aceh 6 tahun lalu. Pun seorang pemuda yg mengabdikan diri mengurus anak jalanan disela-sela mengerjakan tugas akhirnya.

Tidak mudah memang.

Apalagi di dunia realitas seperti sekarang.

Namun dengan keteguhan hati, mengumpulkan segenap kemampuan untuk menangkal kekhawatiran. Melakukan kebaikan mencegah kemunkaran.

Mungkin nanti, Allah SWT menguatkan kita dari kelemahan2 yg kita punya. Sehingga kita tersadar bahwa kita tidaklah selemah yg kita kira. Bahwa kita tak seterbatas yg kita sangka.

Belajar dari Kin yg mampu mengatasi keterbatasan penglihatannya, saya percaya dengan keteguhan hati dan pikiran positif kita bisa mengatasi keterbatasan apapun yg kita punya.

Keterbatasan hanyalah belenggu yg menghalangi kita melangkah lebih jauh. Padahal mungkin, kebenaran bisa jadi letaknya lebih jauh lagi.. Dan pasti, kebenaran itu tak akan datang dengan hanya berdiam diri..

Seperti kata imam syafii: " anak panah akan menuju sasaran jika ia lepas dari busurnya.."

Wallahualam

Sejarah Natal

Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih - yang mereka sebut Tuhan Yesus. Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 - 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).

Kelahiran Yesus Menurut Bibel

Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1:8 dan Matius 2:1, 10, 11

Lukas 2:1-8: Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.

Demikian juga Yusuf pergi dan kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung. Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat yang bagi mereka di rumah penginapan.

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.

Jadi, menurut Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu sedang melaksanakan sensus penduduk (7 M = 579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam Ibu Yesus berasal dari Betlehem, maka mereka bertugas ke sana, dan lahirlah Yesus Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput.

Menurut Matius 2:1, 10, 11:

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya.

Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintahkan tahun 37 SM - 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.

Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal tidak mustahil.

Sedangkan, Al Qur'an telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihissalam).

"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu". (Surat Maryam: 23-25).

Jadi menurut Al Qur'an, Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible - seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23) : Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan: Agustus - September.

Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity - seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut: Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Behtlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pengunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 200 Masehi.

Pada Tahun Berapa Yesus Lahir?

Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun I, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (sudah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus, jadi antara tahun 27 Sebelum Masehi - 14 Sesudah Masehi. Sedangkan Matius 2:1 (juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi - 4 sesudah Masehi.

Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah masehi. Antara lain kita kutip buku tulisan rev. Dr. Charles Franciss Petter, MA., B.D., S.T.M. yang berjudul The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut:

Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diajui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus yang masih bayi yang katanya bakal jadi raja orang-orang Yahudi, maka jelaslah tanggal lahir Yesus harus digeser ke belakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun ke belakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanannya juga harus dibangkitkan kembali.

Jadi sampai hari inipun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.

Asal usul Perayaan Natal 25 Desember

Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya. Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke 4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium romawi yang paganis politheisme.

Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun = matahari; day = hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember.

Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus).

Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan: Pertama, hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus, untuk menggantikan patung Dewa Matahari.

Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang.

Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang.