RSS Feed
This is a mood message, you can edit this message by editing file message.php, or you can also add here some advertisement.

Selasa, 18 Mei 2010

bandung, 19 mei

Mei 2010, langit cerah yg memayungi kota bandung dgn silaunya cahaya dan panasnya temperatur membakar bumi tiba-tiba bertransformasi begitu cepat menjadi langit mendung nan mencekam. Seolah ia ingin memuntahkan jutaan tetes air hujan yg telah terkontaminasi zat asam kreasi industrialisasi. Mobil, motor&kendaraan lain saling meraung, berlomba menghasilkan gas karbon monoksida yg menyesakkan dada demi mencapai garis finishnya masing-masing. Jadilah program car freeday yg dicanangkan hanya sekali (itupun minggu pagi disaat orang tidak banyak beraktivitas) seakan tak berguna dan mungkin suatu saat hanya menjadi pasar kaget jilid baru.
Di satu sudut jalanan, seorang lelaki tampan,sebutlah ia saya(bukan tokoh samaran) sedang termangu sambil menutup hidung mencegah masuknya radikal bebas. Mata saya menyapu semua sisi jalanan, menyapa satu persatu setiap pemandangan yg saya lihat. Sejenak perhatian saya terfokus pada sepasang muda-mudi yg berpenampilan keren(menurut mereka sendiri, kalau menurut saya itu alay) tengah berpagut mesra, bergandengan tangan dan si pria membelai rambut si wanita, cuek begitu saja tak sadar jika saya dan Rakib Atid memperhatikan...saya hanya bisa bertanya-tanya apakah mereka pasangan legal atau bukan. Tapi sudahlah, kita tinggalkan saja mereka. Rasanya tak pantas jika show pasangan tadi menjadi headline news saya hari ini.
Sementara itu perspektif lain menyajikan pemandangan yg lebih bersahabat buat mata saya...hmm...
Namun spontan fokus saya teralihkan oleh sebuah kereta tua kelas ekonomi yg melintas dgn akselerasi perlahan, melaju membelah rintik hujan yg mulai membasahi tanah. Kereta yg mengalihkan perhatian sy dari seorang bidadari berkerudung merah yg sedari tadi berdiri menanti hujan berhenti.

Ahh..puji syukur ya Rabb telah mengirimkan kereta ini datang utk menjaga pandangan&eksistensi prinsip yg sy pegang didalam diri. Membuat saya tidak tenggelam dlm zona memori yg menguatkan sekaligus melemahkan saya secara bersamaan..

Dan saya kembali ke alam sadar..kendati pelangi belumlah nampak, sy lebih memilih utk berdiri mengikis memori dan berlari menyisir derasnya hujan...

Itu mungkin hanya sekilas cerita absurd yg mewarnai hari-hari sy. Satu diantara sekelumit perjalanan panjang saya selama lebih dari 20 tahun menghirup oksigen di dunia..hmm,bukan waktu yg sebentar memang.
Dan setiap menginjak bulan mei, selalu saja karakter melankolis sy terasa lebih dominan, sehingga tulisan alakadarnya ini transit di mata kamu.
Namun ada yg beda,,kali ini otak kiri sy berputar begitu kencang. Rentang pergantian numerik ini membuat sy mencoba berpikir lebih logis. Meski sy masih sensitif akan suasana, pada akhirnya pikiran sy mengekstrak sebuah kesimpulan; bahwa umur hanyalah angka-angka, satu dimensi waktu yg seharusnya dihargai seperti hal lain. Dihargai secara esensi bukannya seremoni, tidak utk diistimewakan secara berlebihan apalagi utk dirayakan.
Kita (saya dan kamu) sebaiknya memang menghindari perayaan, karena bagaimanapun tradisi ulang tahun adalah dari tradisi eropa kuno utk mengusir roh jahat yg datang di hari kelahiran seseorang dan sebagai persembahan utk kuil dewa bulan,Artemis (tentang ini nanti akan qt bahas lebih mendalam,sepakat?!).
Ulangtahun atau milad atau apapun itu namanya(yg jelas2 bukan berasal dari budaya islam) seharusnya dijadikan renungan akan countdown kematian yg semakin menjelang, bukan utk sarana pesta2&legalitas hura-hura.
Mungkin terasa naif bagi kita jika bersenang-senang disaat hari dimana umur kita makin tergerus hanya utk mengikuti budaya barat, dan memaksakan diri agar hidup modern (sy lebih suka menyebutnya konsumtif). Bukankah sewaktu lahir dari rahim malaikat yg dikirim utk menjaga qt (baca:ibu), qt dalam keaadaan menangis??

Hidup adalah sebuah metamorfosa, perubahan ulat yg menjijikan menjadi kupu-kupu indah nan mengagumkan.
Hidup merupakan Pencarian esensi kehidupan yg sesungguhnya meski sebagian besar orang tak peduli akan hal itu karena fokus mereka hanya sekedar untuk pemenuhan kebutuhan fisiologis semata.

Hari ini, 19 mei..hari dimana ibu meregang nyawa agar saya lahir ke bumi... Sebuah renungan yg saya tulis, smoga menjadi inspirasi. Meski saya yakin, ada banyak pengalaman harga dalam hidupmu yg lebih pantas utk menjadi inspirasi&membuka mata hatimu.
Terimakasih buat semua doa yg kamu kirim buat saya.. Semoga doa2 itu pun berbalik buatmu..dan smoga doa2 ini tidak hanya di hari ini saja tetapi juga di tiap sujud malammu..

Keep smile&spirit..Be right back 4 next note.. :)

Kamis, 13 Mei 2010

polusi suara

edaaaaaannnnnnn...!!!!!!!!!!!!eta barudak garandeng kieu euy!!!!!!!!

ni warnet apa pasar siiihhh..???polusi suara banget...!!

itu anak2 yg rata2 masih SD lagi pada maen Counter Strike online..ampun dah mpe teriak2 lagi...

udah gitu segala macam sodara mereka di kebun binatang dibawa2 ..anjing lah, babi lah, monyet lah, buaya lah, biawak lah, tapir lah...

ini adalah sebagian dari percakapan mereka:

A: " anj*nk!! tembak ku sia atuh nj*nk!!"

B: "eta musuhna hareupeun sia gob**g!!!"

A: "ahhh..pengecut maneh mah!! PENGEdar c*ngCUT!!

B: " gandeng mony*t!!"


argghhh!!! pusing gua ngedengernya!! teriakan anak2 kecil di sela-sela lagu d'bagindas yg diputar penjaga warnet semakin membuat indera pendengaran saya shock bukan kepalang. Konsentrasi saya yg lagi bikin sbuah essay kacau balau.

Gini nih kalo game udah meracuni pikiran anak2....apalagi kalo mereka udah kecanduan.

yah..mau gimana lagi??perkembangan zaman yg sulit dihentikan membuat anak-anak mau gak mau jadi korban..

mati lah mereka jadi budak industrialisasi... hancur lah mereka jadi generasi konsumtif yg sok modernis..hasil didikan imperialisme negara barat..!!

itu baru kita liat mereka yg masih kecil, gimana kalo udah gede??kalo ga dididik dengan baik dan benar, wah ...saya ga tau deh 10-15 tahun ke depan mereka mu jadi apa..

bukankah negara barat lagi meracuni negara berkembang untuk membuka keran pasar sebebas-bebasnya (mereka nyebutnya globalisasi) ??? sedangkan generasi adik2 kita cuma generasi yg bisanya cuma maen CS ama Winning eleven doang yg dapat dipastikan daya saing di pasar internasional ga mutu banget...jangankan jadi mandor atau duta2 eksklusif di kursi elite, mungkin di tingkat kuli pun mereka kalah bersaing ama bule buangan dari negaranya...


huahuahua!!! takut ga sih kalo adik2 kita kaya gini..??

saya sih takut.....huhhuhu...

udah ah, saya ofline, noise banget.. ngenetnya nanti aja cari yg gratisan ...