RSS Feed
This is a mood message, you can edit this message by editing file message.php, or you can also add here some advertisement.

Selasa, 28 Desember 2010

Naif...

Hari itu malam membawa angin kering menyelinap kedalam sendi-sendi hingga menembus rusuk. Dinginnya sungguh-sungguh membuatku menggigil. Cardigan yg kupakai tidak begitu berpengaruh banyak menjalankan fungsinya sebagai penghangat tubuh.Mataku sudah kesat, meski malam barulah sesaat. Namun tetap kupaksakan diri utk mendekati sebuah kendaraan (sebutlah itu angkot) nomor O1 berwarna hijau strip kuning yg sudah kustop dengan telunjuk saktiku hingga kendaraan itu berhenti sedemikian rupa. Dengan langkah yg gontai lambat kudekati. Tak ada alasan utk aku mempercepat langkah, toh aku bebas tugas dan tak ada waria yg mengejarku.Tanpa banyak cerita,aku sudah berada dalam angkot. Duduk di deretan paling belakang,sejajar dengan supir. Ada alasan khususkah aku memilih duduk disana?? Tidak ada. Meski segala sesuatunya memerlukan alasan,tapi aku tak mau mencari-carinya.. Ahh..kusandarkan punggungku.. Hari itu entah kenapa begitu datar..datar sekali. Tak bergembira,tapi juga tak sedih. Datar saja begitu.
Semoga ini bukanlah akibat emosi yg terlalu lama mendekam. Bagaimanapun emosi yg lama beristirahat bisa menjadikanku mudah goyah,tak seimbang&penuh rasa malas. Mudah2an saja tidak, kedataranku hari ini memang karena tak ada hal luarbiasa terjadi.

.***

Kendaraan itu terus melaju membelah udara. Sampai di satu titik, ia berhenti memberi waktu utk 2 gadis muda masuk kedalamnya, tentu dengan tujuan 2 mahluq ini bisa menaikinya.
Hmm..2 wanita yg cantik&berpenampilan 'menarik'. Seorang diantaranya memakai rok 20cm diatas lutut (jangan dibayangkan seperti apa). Jika saja lidah ini kelu tuk berucap istighfar, pastilah mata ini tak berhenti melotot seakan ingin meloncat.
Karena aku seorang muslim yg diwajibkan menjaga pandangan, maka kualihkan fokus dari mereka. Meski sedikit terpaksa.... ;)

yah,ini adalah esensi dari apa yg aku yakini. Islam mengajarkanku utk menjaga kesucian, lahir dan bathin. Karena itulah dalam berbagai buku fikih atau buku agama, bab thaharah atau bersuci menjadi bab pertama. Dan menjaga pandangan dari yg haram adalah salahsatu bentuk thaharah agar hati tak terkotori.

Tak terasa, aku tenggelam dalam dunia bawah sadar. Saking asyiknya melamun, aku baru tersadar ketika angkot yg tengah berjalan nyaris beradu dengan sebuah kuda pacu besi buatan jepang (hufth..tak ada yg berubah dari tahun 1942 hingga kini, sama2 dijajah jepang).
Accident yg biasa terjadi di jalanan: motor seenaknya menyalip mobil tanpa perhitungan. Saat mobil nyaris tertabrak, aku sejenak diam mematung. Sementara 2gadis tadi berteriak istighfar dan si rok mini menambahkannya dengan takbir:"Allahu Akbar!!"
....

Heran juga, cewek dengan pakaian zaman jahiliyah begitu ternyata masih mengingat tuhannya.. Atau ingat hanya pada saat kepepet saja?? Jika tak terdesak, begitulah..menutup aurat yg merupakan syariat utk kebaikannya sendiri malah diabaikan. Menunggu hidayah ujarnya. Seakan hidayah adalah barang semu yg mendadak terjadi, bukan sebuah proses yg perlu diupayakan.Hal2 itu yg berkecamuk dalam pikiranku.Tapi ah...Betapa naifnya ku berpikir begitu tanpa berkaca pada diri sendiri.Apakah selama ini aku sudah menjalankan syariat&menjadi muslim yg baik??Meski menyesalkan muslimah yg berpakaian seperti itu, layakkah aku memberikan label negatif??Seorang kawan mengingatkanku, bahwa kewajiban seorang muslim adalah "amar ma'ruf nahyi munkar"melakukan kebaikan, mencegah kemunkaran. Amar ma'ruf seperti menanam benih, sedangkan nahyi munkar ibaratnya memberantas hama.Bagaimana hasil panen bisa optimal jika hanya menanam benih, sedangkan hama tak pernah diberantas..?!

Sedangkan aku..jangankan mencegah kemunkaran. Berbuat kebaikan pun masih setengah2..ibadah fardhu ain saja masih kulakukan tak tepat waktu..
Padahal manusia sendiri diturunkan ke bumi utk menjadi khalifah alam dalam rangka beribadah kepadaNya...
Ya!beribadah! Dan beribadah bukan hanya melakukan kebaikan untuk diri sendiri.

***

tak terasa kendaraan ini telah memberhentikan dirinya di tempat tujuan. Aku turun dan membayar kompensasi karena telah menggunakan jasanya.
Setelah itu, aku duduk dan terdiam sesaat. Ada yg berkelebat dalam spasi otakku.
Menyadari kekeliruanku, memberikan label negatif pada orang yg bahkan tak kukenal. Tanpa tahu alasan dibaliknya.
Sedangkan aku sendiri masih hipersensitiv jika diberi label negatif oleh beberapa pihak. Aku tak suka.. Dan tak ada seorang pun yg suka..astagfirullah..

Manusia memang tak sempurna dan takkan pernah sempurna.

Aku tahu ku takkan bisa, menjadi seperti yg Engkau minta.
Namun selama aku bernyawa, aku kan mencoba menjadi seperti yg Kau minta..

Seperti kata chrisye, kita hanya bisa mencoba. Menjadi yg terbaik bagiNya...
Tugas kita adalah berusaha sampai akhir menutup mata, dan Dia-lah yg akan menentukan semuanya...

0 komentar:

Posting Komentar