Judul lagunya seurieus?? Bukaan. Postingan berikut ini adalah tulisan saya beberapa waktu yg lalu. Sudah cukup lama dan kesannya usang, tapi saya yakin masih relevan untuk dibaca.
Berminat untuk membacanya? Jika kamu masih memiliki urusan atau pekerjaan, maka sebaiknya selesaikanlah terlebih dahulu sebelum membacanya. Jika kamu memang gak suka baca atau kamu adalah pecinta sastra-sastra picisan, mungkin lebih baik kamu tinggalkan saja tulisan ini daripada membunuh waktumu selama beberapa menit.
Namun walaupun kamu pecinta sastra roman tapi kamu tetep ngotot ingin membacanya, maka terusin aja deh. Asalkan kamu janji untuk gak ngefans sama saya begitu kamu selesai membacanya . Hehe. Please enjoy it…
***
Serasa di kebun binatang! Itu yg saya rasakan tadi malam. Gimana enggak? Konsentrasi saya hancur berkeping-keping layaknya zombie yang dibantai Alice Project di Resident Evil. Maksud baik saya ke warnet ini seketika luluh lantak seperti gunung yang beterbangan layaknya anai-anai dalam film 2012. Semua karena indera pendengaran saya menerima rentetan peluru kata-kata sarkas yang ditembakkan mulut anak-anak seumuran Nobita bahkan Sinchan yg lagi maen game online Pointblank!
Saya jadi mual seolah habis nonton Putri yang Ditukar. Kuping saya jadi merah merona kaya si cepot dimabuk asmara. Wajah saya pun mendadak mirip Lee Min Ho si artis korea (eh, kalo ini sih udah mirip dari dulu..)
Btw, Kenapa sih penjaga warnet ini diem aja liat para bocah ngomong kaya gitu? Terpenjara rasa enggan dan malas-kah?
Arghh.. daripada lama-lama disini bikin saya marah trus sekujur tubuh saya jadi hijau kaya Hulk. Dan lama-lama disini bisa chaos kaya kota Gotham yg terkena teror Joker; lebih baik saya percepat kunjungan di warnet ini. Segera, dalam waktu kurang dari 1 jam saya posting note di fb&blog, lalu berselancar mencari pengedar narkoba.. eh maksudnya mencari data, dan akhirnya melaksanakan tugas mulia: meng-hidden tanggal lahir di pesbuk!! Alasannya?? Ah,suka-suka saya dong. FB saya ini...
Dan ah..waktu engkau cepat berlalu. Menukik-nukik bagaikan Penguin of Madagaskar mematuk memangsa ikan sarden. Melesat laksana Mitsubishi Evo 7 yg dikendarai Brian O'Connor di 2fast&2furious. Dan kadang membuat kita terlena seperti lagunya Ikke Nurjanah. *Lho?*
Waktu yang cepat memaksa tubuh saya sesaat berhibernasi. Lalu otak saya dengan cepat berresonansi mencoba menerobos spektrum mimpi. Dan tanpa mengalami Inception berkali-kali, akhirnya mimpi membuat saya bertemu dengan hari ini.
Saya senyum-senyum sendiri kalau ingat mimpi semalam. Enggak. Saya enggak ketemu Asmiranda, walau saya yakin dia lagi rindu sama saya...biasa lah, cinta lokasi karena main bareng di film Dalam mihrab cinta..hehehe.. bersabarlah.. Saat rindu menggebu tetaplah menunggu, saat cemburu membelenggu cepatlah berlalu..(hueks)
Eniwei, di mimpi tadi saya jadi Spiderman yang perkasa menyelamatkan kota NewYork, menghajar dr.Octophus yg jumawa tapi membisu sejuta kata tak berdaya di hadapan Mary Jane yang sungguh jelita..
Walaupun cuma mimpi, tapi saya mau berkata jujur pada kalian semua bahwa saya adalah..hmm.. sini mendekat, saya bisikkin..sebenernya saya adalah Spiderman! Kamu pasti gak percaya. Hehe..maksudnya,saya&Spiderman punya banyak persamaan.
Coba aja deh kamu deketin foto saya sama fotonya Peter parker dan cari 5 perbedaan. Beda jauh kan? Maklum, saya kan emang lebih mirip Dude Herlino.
Ngomong2 soal Peter Parker alias Spiderman, kalo kamu nonton filmnya di season1&2, kamu bakal menemukan sisi humanis dari seorang superhero. Tentang seorang pembela kebenaran yang nyatanya hanya manusia biasa yang kadang bikin kita berseloroh "ehm..gue banget!!".
Semua hal dalam realita kehidupan. Tentang kuliah&nilai akademisnya yg rendah sampai dosen menyebutnya mahasiswa cerdas tapi malas (persis seperti dosen saya;om Ridwan kamil menilai saya..). Lalu tentang hari-harinya yang dihabiskan untuk memberantas kejahatan (baca: kemungkaran). Tentang cintanya yang kandas bersama MJ karena tuntutan harus berbuat benar.
Dan betapa kehidupan pribadinya sering dikorbankan demi membela manusia banyak.
Namun yang menyakitkan dari semua itu adalah opini liar tentang pembela kebenaran dari orang sekitarnya -yang nyata2 kawan atau bahkan keluarga- malah gak berpihak pada apa yg kita lakukan demi kebaikan umat manusia.
Peter parker pun mengalami perang batin -seperti yang sering kita alami-. Meski gak sedahsyat perang Troy vs Athena atau Alien vs Predator, tetep aja Peter harus berulangkali bermonolog;
apakah aku gak boleh mendapatkan apa yg aku inginkan, dan memiliki apa yg aku butuhkan?? Apa aku gak bisa kaya akh Fahri di Ayat-ayat cinta yg kehidupannya sempurna dan punya 2 istri cantik kaya Aisyah&Maria? Apa aku gak bisa kaya Markus Horison, yang sekali menikah langsung poligami menikahi 2 cewe, Kiki ama lia?
Jika saya mengalami apa yang Peter parker alami, mungkin saya sudah pensiun sebagai pembela kebenaran lalu menerima tawaran untuk gabung sebagai personil ke-8 Sm*sh atau menerima pinangan MD production buat membintangi sinetron “Dari Sujud ke Sujud” biar beradu akting lagi sama Asmiranda, biar populer dan biar banyak duit buat ngelamar doi secepatnya.
Tapi..
Setiap manusia itu punya pilihan bukan? Mau hidup 'normal' yg terlena fatamorgana dunia atau menjadi manusia pejuang yang berjuang dan mengajak umat manusia bersama-sama membela kebenaran?
Seperti kata Uncle Ben; kekuatan yang besar selalu diiringi tanggung jawab yg besar pula. Manusia yang benar akan menyadari hal ini..
Memang untuk melakukan hal yang benar itu kita harus berkorban dan tabah. Bahkan terkadang merelakan apa yg kita cintai, apa yang kita impikan.
Meski begitu, bukan berarti kita gak bisa menikmati apa yg menjadi hak kita. Bukan berarti kita gak bisa meraih cita-cita kita. Asal semuanya dilakukan secara proporsional, gak berlebihan dan gak melanggar syariat.
***
Heiii...ada yg nyaris saya lupakan. Bukan..bukan...Saya gak memakai daleman kebalik kaya Superman. Tapi Hari ini saya tepat berusia...hmmm... Ya kira-kira seusia Peter Parker saat nembak MJ, atau seusia Jake Dawson saat tenggelam di kapal Titanic. Umur dan ketampanan saya gak jauh beda lah sama mereka. :)
Jatah hidup saya emang berkurang. Tapi gak berarti hari ini untuk diingat-ingat, diperingati, diistimewakan apalagi dirayakan. Emangnya mau ngerayain pengusiran roh jahat kaya zaman kegelapan eropa kuno apa..
Dan lagi, apa sih yang patut kita rayakan? Merayakan keberhasilan hidup selama setahun kebelakang, atau mencoba berlari dari realitas yang gak mungkin dihindari? atau mungkin sejenak melupakan rasa takut akan kematian?
Bukankah ini sebuah paradox: merayakan saat-saat dimana kematian semakin mendekat?
Walau sering dikira sebagai Spiderman, saya lahir sebagai muslim lho. Dan akan selamanya sebagai seorang muslim.
Demi mempertahankan eksistensi muslim yang benar, rasanya kita harus menjauhi setiap perbuatan bid'ah kaya euforia ulangtahun atau milad..perbuatan yang sama sekali gak dicontohkan oleh teladan kita, oleh pahlawan kita: Rasulullah SAW.
Jujur saja. Setiap manusia itu membutuhkan pahlawan dalam hidupnya. Orang yg rela berkorban,berhati mulia dan menjadi tauladan yang menuntun kita berbuat benar...dan, kamu tentu gak nyangka bahwa sebenernya banyak orang menginginkan kita menjadi pahlawan mereka.
Kawan, Hidupmu adalah milikmu. Hidupmu yang singkat ini terlalu berharga untuk kau sia-siakan. Hidupmu yang sedang berjalan ini terlalu semu untuk kamu isi dengan berbagai hal klise; hanya mencari pemenuhan kebutuhan hidup, tanpa pernah kamu mau berbuat benar dan memperjuangkan kebenaran.
Selalu ada sejuta alasan untuk membuat diri menjadi pengecut. Tapi, tentunya kita semua ingin menjadi pemenang kehidupan. Bukan begitu, kawan?
#Bandung, 19 mei 2011


2 komentar:
Dan waktu itu bagaikan step (tangga) menuju kematian. :)
Tinggal di isi saja pake selai keju (ups), pake hal hal yang bermanfaat dunia akhirat :)
haha..jadi kaya roti bakar..:D
hmm yummy....
Posting Komentar