Kin, sebut saja dia begitu. Dia adalah salahsatu personil dari grup vokal "PELANGI" . Buat para penikmat acara 'Suara Indonesia' yg ditayangkan Trans TV, nama grup Pelangi pastilah tak asing lagi. Pun buat saya, grup ini sangat terlihat menarik&excellent karena mereka terdiri dari sekumpulan anak muda yg memiliki kekurangan dalam penglihatan/tuna netra.
(nb: ketika menulis kata 'anak muda' ,saya jadi terasa sudah tua.. :) )
namun kekurangan tsb dapat dieliminir dengan semangat tinggi utk berkarya. Ditunjang bakat menyanyi yg bagus, para personil yg rata2 masih SMA ini menjelma menjadi salahsatu favorit di acara SI.
Ohya, tentang Kin. Bukan Kin jeffrey kurniawan. Saya memiliki kedekatan secara personal dengannya karena dia saat ini masih bersekolah di Sma almamater saya dahulu.
Saya mengenalnya sebagai pemuda yg cerdas, aktif dan religius. Meski dgn kemampuan terbatas, ia aktif di Rohis atau sebutlah aktivis da'wah di sekolah tersebut. Rohis yg memiliki lumayan banyak variasi kegiatan.
Salahsatunya adalah 'rihlah' atau biasa kita kenal dgn hiking dan tadabur alam. Sudah rutinitas, dalam setahun rohis tsb mengadakan rihlah 3-4 x ke berbagai tempat yg memiliki trek menantang dan pemandangan menakjubkan. Seperti Rihlah teranyar pada tgl 25 desember lalu, yg jg saya ikuti.
Bukan acaranya yg menjadi fokus saya. Namun keikutsertaan Kin yg membuat saya surprised. Sejak awal rute hiking, saya sering memperhatikannya. Ternyata kekurangan yg dimilikinya sama sekali tak menghalangi keinginan utk berpartisipasi dan berkarya. Berkali-kali tersandung bahkan terjatuh, namun dia seperti memiliki energi lebih yg tak dimiliki orang lain untuk menaklukkan setiap tantangan. Saya kagum dengan semangatnya mengatasi keterbatasan. Apalagi sikapnya sungguh menyenangkan dan sangat alami, tak sedikitpun mengeluh meski tubuhnya terus berpeluh.
Ah, saya jadi malu!! Saya yg memiliki banyak kelebihan malah sering mengeluhkan berbagai hal. Padahal Allah telah memberikan banyak anugerah yg jarang saya syukuri.
Wah, hari itu saya banyak belajar dari Kin. Ia memang tak menggurui lewat kata2, tapi ia berbicara lewat karya nyata. Secara fisik dia memang terbatas, tapi tidak secara mentalitas. Dia sanggup mengalahkan 'handycap' ,keterbatasan yg sering dikeluhkan atau malah dijadikan alasan utk tidak berbuat apa2.
***
Rasanya sangat mudah bagi saya membuat 1001 alasan untuk berdiam diri menolak berbuat kebaikan. Kadang kesadaran ini terperam dalam-dalam, tertimbun pemaafan dan pemakluman sebagai bentuk ketidakpedulian. Naif sekali memang. Ketika kita dianugerahi berbagai kelebihan: fisik, harta, waktu, ilmu... Namun tak secuil pun kita amalkan di jalanNya. Entah karena 'pemakluman ketidakmampuan' atau karena berbagai ketakutan.
"bagaimana dengan kuliah saya?"
" bagaimana dengan pekerjaan dan anak istri saya?"
"bagaimana jika harta saya habis?"
" bagaimana jika begini, bagaimana jika begitu..?"
Begitu banyak pertanyaan yg menggugat masa depan sebagai refleksi akan ketakutan. Padahal masa depan belum terjadi. Padahal masa depan adalah ketetapanNya.
Saya jadi teringat seorang ibu dengan 8 anak yg memutuskan diri menjadi relawan-tentu dgn izin suaminya- saat tsunami menerjang Aceh 6 tahun lalu. Pun seorang pemuda yg mengabdikan diri mengurus anak jalanan disela-sela mengerjakan tugas akhirnya.
Tidak mudah memang.
Apalagi di dunia realitas seperti sekarang.
Namun dengan keteguhan hati, mengumpulkan segenap kemampuan untuk menangkal kekhawatiran. Melakukan kebaikan mencegah kemunkaran.
Mungkin nanti, Allah SWT menguatkan kita dari kelemahan2 yg kita punya. Sehingga kita tersadar bahwa kita tidaklah selemah yg kita kira. Bahwa kita tak seterbatas yg kita sangka.
Belajar dari Kin yg mampu mengatasi keterbatasan penglihatannya, saya percaya dengan keteguhan hati dan pikiran positif kita bisa mengatasi keterbatasan apapun yg kita punya.
Keterbatasan hanyalah belenggu yg menghalangi kita melangkah lebih jauh. Padahal mungkin, kebenaran bisa jadi letaknya lebih jauh lagi.. Dan pasti, kebenaran itu tak akan datang dengan hanya berdiam diri..
Seperti kata imam syafii: " anak panah akan menuju sasaran jika ia lepas dari busurnya.."
Wallahualam


0 komentar:
Posting Komentar