RSS Feed
This is a mood message, you can edit this message by editing file message.php, or you can also add here some advertisement.

Sabtu, 19 Februari 2011

dunia anak-anak

Saya tiba di rumah malam hari setelah beberapa hari tidak pulang. Badan saya terasa amat lelah. Mata saya pun sedikit berkunang-kunang. Ketika saya membuka pintu, sosok kecil berperawakan pendek dengan rambut poni itu melirik ke arah suara pintu berdecit. Lalu dalam sepersekian detik raut mukanya yg masam cemberut tiba2 berubah cerah. Itulah dia, adik terkecil saya yg masih berusia 3 tahun. Dengan senyum lebarnya yg innocent, dia kemudian berlari ke arah saya seraya menghambur ke arah kaki saya. Saya lalu jongkok untuk membiarkannya memeluk saya.

Dia minta saya memangkunya. Saya menolak. Tapi rengekannya yg manja mau tak mau memaksa saya mengabulkan keinginannya. Dalam kondisi lelah, saya memangku sang malaikat kecil. Namun tingkah lakunya yg lucu sungguh membuat rasa lelah itu hilang..!! :)

apakah kamu punya adik, ponakan atau bahkan anak yg masih kecil? Cobalah perhatikan mereka barang sejenak, semenit atau 2menit. Kamu pasti bisa merasakan betapa dunia ini mendadak berubah ceria saat menikmati kelucuan mereka. Begitulah.

Anak kecil memang seolah ditakdirkan menjadi penyemarak suasana. Tingkah laku dengan segala gerak-gerik ditambah mimik yg lucu seperti mampu membuat orang yg melihat bakal terkekeh-kekeh atau paling tidak menyunggingkan seutas senyum. Senakal dan sebandel apapun mereka dengan lakunya yg kadang nyebelin, kehadiran anak kecil bisa diibaratkan seperti lilin di tengah kegelapan.

Begitu banyak drama tentang emosi dan konflik berkepanjangan yg menemukan happy ending berkat kehadiran dan keberadaan anak-anak. Lihatlah ketika kelahiran seorang bayi mampu melumerkan kebekuan hubungan orangtua dengan anak atau menantunya. Bahkan berita kehamilannya saja bisa membuat relasi suami istri yg retak menjadi kembali utuh dan meluluhkan sifat oportunis keduanya...

***

setelah puas memperhatikan adik, ponakan atau anak kecilmu itu. Apa yg kamu lihat dan rasakan ??

Mungkin suasana yg kamu rasakan mendadak berubah meski tak ekstrem namun menyegarkan.

itulah Sifat ceria anak-anak yg dapat menjadi pemecah kebuntuan dan menyamankan suasana.

Dalam kompleksitas hidup yg semakin banal ini, suasana yg ceria dan nyaman -sebutlah atmosfer kondusif- sangat mutlak kita butuhkan untuk menjalani putaran roda hidup yg makin hari makin berat dan bahkan kejam.

Dengan atmosfir kondusif saja kita sudah susah, bagaimana mau menjadi pemenang kehidupan jika kehidupan ini direcoki berbagai konflik yg tak ada ujungnya..??

Ada baiknya kita belajar dari seorang ayah yg berani menghilangkan egonya dengan meminta maaf pada anaknya ketika dia berlebihan memarahi sang anak. Atau ketika dia berusaha membangkitkan semangat anaknya yg down dengan bersikap ceria dan mengajak sang anak bercanda riang. Buat seorang ayah, reputasinya sebagai tauladan dan pemimpin keluarga jelas tak akan pudar hanya karena minta maaf dan banyak bercanda. Justru mungkin ia akan semakin disayang oleh seluruh anggota keluarga.

Sayangnya, makin sulit saja menemukan orang dewasa yg masih setia memelihara sifat kekanak-kanakannya. Tentu dalam konteks positif. Seseorang yg bisa menjadi pemecah kebuntuan. Pemberi kehangatan dan penghancur kebekuan suasana. Sebaliknya, seringkali justru kita tergoda untuk menjadi orang yang "benar benar dewasa" . Selalu berusaha menjadi pemenang dan tak pernah peduli pada suasana dan orang lain...

Rasanya makin sulit saja menolak keinginan adik saya untuk dipangku atau digendong. Meski badannya semakin hari semakin berat saja, tapi tak tega juga mengabaikan keluguannya. Selagi dia masih kecil.

Terang saja, jika ia sudah besar nanti, memangnya dia mau dipangku lagi?? :)

Maka sebelum terlambat, rasakanlah dunia anak-anak yang penuh warna. Yang penuh keceriaan. Dan rasanya tidak salah untuk memelihara sifat kekanakkan kita dalam konteks positif. Siapa tahu, itu kesempatan terakhir buat kita.

0 komentar:

Posting Komentar