RSS Feed
This is a mood message, you can edit this message by editing file message.php, or you can also add here some advertisement.

Jumat, 25 Februari 2011

perenungan (tentang ahmadiyah)

Saya lagi merenung. Jongkok tercenung di depan ember yang penuh terisi air. Sedangkan di sebelah kiri saya ada bak berisi air dengan volume yg lebih besar daripada ember tadi. Diatasnya ada keran menitikkan air setetes demi setetes. Suara tetesan airnya beriringan dengan suara jangkrik yang mengalun indah serempak menyuarakan revolusi.


Di perenungan ini, saya jadi teringat ahmadiyah. Ahmadiyah yang mengaku islam.

Sebelum kita menjudge, saya mencoba fair untuk bersikap. Marilah kita mulai dengan "sang nabi" ; mirza ghulam ahmad. Sang nabi sekaligus pendiri ahmadiyah. Jika memang dia mengaku islam, ada satu hal yang sangat kontradiktif antara islam dengan keyakinannya. Karena Islam sangatlah jelas dipimpin oleh Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir, ini membuat saya heran. Namun sebelum menarik kesimpulan, mari buka sejarah sejenak. Sejarah yang mungkin diperam para pemenang sejarah.


Mirza Ghulam Ahmad yang lahir dalam keluarga Muslim di suatu desa di India Utara yaitu Qadian tahun 1839M menceritakan bahwa ayahnya bernama Atha Murtadha berkebangsaan mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal. 134, kary. Mirza Ghulam Ahmad).

Namun anehnya, ia juga mengatakan “Keluarga dari Mongol, tetapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal dari Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada yang mengetahui seluk-beluk keluargaku seperti berita yang datang dari Allah Ta’ala.” (Hasyiah Al-Arba’in, no.2 hal.17, karya Mirza Ghulam Ahmad).

Dia juga pernah berkata, “Aku pernah membaca beberapa tulisan ayahku dan kakekku, kalau mereka berasal dari suku mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku bahwa aku dari bangsaPersia.” (Dhamimah Haqiqatil Wahyi, hal.77, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Yang anehnya lagi, ia juga pernah mengaku sebagai keturunan Fathimah bin Muhammad.

Asal-usulnya memang sedikit absurd. Tapi kita tinggalkan saja dia.


Anggap saja dia benar nabi. Hal pertama yg seharusnya dia lakukan adalah dia tidak merujuk pada AL quran, karena sudah jelas alquran adalah kitab umat islam dan diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad seorang.

Sedangkan dia masih merujuk pada beberapa ayat di alquran, itupun parsial-sebagian- saja. Tidak utuh dan menghilangkan substansi yang terkandung dlm ayatnya. Lha ini bagaimana, katanya nabi baru.. tapi masih merujuk alquran?? Bukankah setiap nabi dan rasul itu membawa wahyu baru dan kitab baru?


ini satu contoh dia mengotak-atik quran dan menggabungkannya ke dalam kitab suci versinya -Braheene Ahmadiyyah-:

” ‘Inna Anzalnaahu Qariiban min alQadian wa bil Haq anzalnaahu.

(Ing.) No doubt we have sent him (Mirza) near Qadian and with truth we have sent him’;

(Ind.) Telah jelas bahwa kami telah mengirimkannya (Mirza) dekat Qadian dan dengan benar kami telah mengirimkannya ‘; . . .

pernyataan wahyu yang telah diterbitkan dalam Braheene Ahmadiyyah ini telah jelas dan keras menyatakan bahwa nama Qadian telah disebut secara jelas dalam Quran atau Hadits sebagai pernyataan kenabian.”

(catatan: Coba periksa ‘tenses’ yang sengaja dalam Quran dibuat past tense–dalam bahasa arab disebut madhi yang berarti suatu kejadian yang sudah lewat atau lampau pada waktu al Quran disampaikan/diwahyukan—Seandainya akar kata nazala tersebut dibuat untuk perkiraan, masa datang, atau masa kini, Allah akan mengatakan “Unazzilu” sebagai ganti “Anzalna”.)

Allah mewahyukan Qur’an dalam bahasa arab dengan akurasi yang luar biasa, seandainya ditulis dalam bahasa apapun, maka al Quran akan menjadi suatu maha karya yang luar biasa dalam hal akurasi maupun isinya–seperti halnya yang telah ditulis dalam bahasa Arab.


saya sendiri heran kenapa mirza mendapat wahyu dalam bahasa arab. Biasanya sih , seorang nabi dan rasul mendapat wahyu itu sesuai bahasa ibunya. Katakanlah Muhammad mendapat wahyu bhs arab. Yesus (isa) mendapat wahyu dlm bahasa ibrani dll. Kalo dia nabi harusnya ya dapet wahyu dalam bahasa urdu, bahasa ibu dia.

Jika mirza konsisten dengan kenabiannya dan umat2nya konsisten menjadikan dia sebagai nabi, maka silakan buat kitab suci baru, nama agama baru, tampat ibadah baru dan kelengkapan lainnya yg serba baru. Dan please, bikin aturan hidudp sendiri sesuai apa yg telah "tuhan" wahyukan padanya. Rasanya cukup fair bukan..?? Daripada mengaku islam.


ohya satu lagi, dan ini -saya rasa- bisa menguak tabir misteri siapa dia sebenarnya.

Mirza hidup dalam kungkungan imperialisme inggris di india selama puluhan tahun. Seorang pemimpin, apalagi pemimpin umat. Wajarlah kiranya jika dia melakukan pemberontakan atas kedzaliman yang terjadi, membebaskan umat dari cengkeraman imperialis yang mengkebiri HAM. Bagaimana dengan Mirza??


Sementara Penjajah Inggris dibuat pusing di India karena adanya semangat Jihad di kalangan Muslim,, dalam anjuran dan dakwahnya, Mirza Ghulam Ahmad justru menulis buku-buku dan pamflet-pamflet yang membatalkan/MENCABUT JIHAD serta menganjurkan KESETIAAN KEPADA PENJAJAH INGGRIS SEBAGAI RUKUN IMAN. Disinilah momentum Mirza Ghulam mendirikan Gerakan AHMADIYYAH tahun 1889 dan menamakan pengikutnya sebagai AHMADI MUSLIM. Ia memberi label kepada umat yang tidak menerimanya dan tidak menerima kenabiannya sebagai haram jadah(bastards).

Coba simak 1 pernyataan Mirza dalam sbuah bukunya:

"Sejak kecil sampai sekarang setelah berumur 65 tahun, saya telah melakukan dengan pena dan lidah saya, tugas-tugas penting dalam mengubah hati umat Muslim kedalam cinta kasih & niat baik serta simpati terhadap Pemerintah Inggris dan melenyapkan ide dan semangat Jihad dari hati orang-orang (Islam) bodoh itu. " (Kitab-ul-Bariyah, Roohani Khazain vol 13 p.350)

Bukankah berbeda dengan Ibrahim yg menghancurkan berhala karena akal logisnya yg merasa tidak mungkin patung menjadi tuhan?? Atau Isa yg juga menentang imperialisme Romawi terhadap bangsa yahudi??


dari sinilah muncul spekulasi terbesar bahwa dia menjual keimanannya demi mendapatkan keuntungan harta. Di satu sisi muncul juga dugaan dia budak inggris dalam upaya memecah belah umat islam yang nampaknya saat ini telah berhasil.

Dan saya punya 1 pertanyaan : dimanakah lokasi pusat ahmadiyah yang juga sebagai tempat kongres tahunan ahmadiyah..??

Yuph! anda benar!! jawabannya absolutely: INGGRIS.


Tapi sekali lagi, ini hanya spekulasi (kecuali kantor pusat ahmadiyah yang jelas fakta, silakan cek di ustad google).

Jika memang ingin mengetahui kebenaran sejatinya, perlu mesin waktu untuk mengeceknya. :)


***

Sesungguhnya para Penguasa itu, dan musuh2 Allah SWT lainnya sangat takut akan KEBANGKITAN ISLAM, serta SEMANGAT JIHAD dari kaum Muslimin. Mereka tahu bahwa dengan adanya MUSLIM YANG MEMELUK QADIANI/ AHMADI, berarti berkurang lagi satu umat Muslim. Tiap orang Ahmadi harus percaya bahwa JIHAD ADALAH HARAM. Dengan demikian Gerakan Ahmadiyyah Movement adalah agen Anti Kekuatan Islam dalam rangka membuang keimanan ummat atas nama Islam.


Tapi saya pikir yg terpenting adalah meningkatkan kualitas keimanan kita, mempercayai sedalam-dalamnya bahwa islam yang kita pilih, yang telah Muhammad sampaikan pada kita via Alquran dan al hadits adalah sebenar-benarnya rohmatan lil alamin. Orang lain? ya terserah. Lakum diinukum waliyaddin; untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.

Tapi kalo ahmadiyah ngaku islam ya lain lagi ceritanya..ya gak?? :)


semoga Allah SWT menjaga iman setiap muslim dari godaan2 kejahatan. amin.

2 komentar:

dwiagustinas mengatakan...

kang ijin copas ya ^^
nuhun...

Vincent DaganT mengatakan...

sip2... ayo copas dan sebarkan..haha

Posting Komentar