Minggu, 15 Mei 2011
Educrtizion
Berbicara tentang dunia pendidikan. Jika saya dan kamu mau objektif melihat dunia pendidikan diwilayah indonesia ini, nampak jelas bahwa edukasi kita berada pada taraf yang mengkhawatirkan. Boleh sepakat atau tidak, ini hanya pendapat saya pribadi. Pendidikan adalah salahsatu akar kunci berkembangnya umat yang sedang dalam keadaan terpuruk sedemikian rupa. Maka, ketika komponen2 dalam dunia ini terkonsepsi dalam sebuah "sistem" yang mungkin diciptakan hanya untuk kepentingan sebagian golongan, apa yang dapat diharapkan untuk mengentaskan kebodohan (kejahiliyahan) ??
Hal pertama yang saya kritisi adalah materi pendidikan. Kenapa? Ini adalah bentuk ketidaksetujuan saya terhadap materi yang semakin sekuler. Materi yang saya maksud tentu terkait dengan ruang dan waktu yaitu "materinya sendiri", kurikulum, dan waktu yang mengekang potensi. Hanya terfokus pada kehidupan duniawi yang menjauhkan kita dari kehidupan ukhrawi-akhirat- yang justru kekal. Pelajaran2 sains malah menitikberatkan pada profesi berbayar sebagai tujuan akhir,bukannya menjadikan sains sebagai ibadah.
Pelajaran kewarganegaraan menempatkan nasionalisme,membela negara,bekerja untuk negeri sebagai prioritas utama manusia, bukan penghambaan pada Dia yg telah menciptakan manusia. Sedangkan dalam islam sudah jelas bahwa nasionalisme adalah ashobiyah. Dan tidak masuk surga orang-orang yang mati dalam ashobiyah. Memangnya kalau sudah mati, apakah negara mau bertanggung jawab atas kehidupan akhirat karena kita mati dalam rangka membelanya??
Pelajaran agama lain lagi. 1minggu hanya 2jam mata pelajaran. Mending kalau waktu yang sangat singkat itu sang penyampai materi(baca: guru/dosen) menyampaikan materinya secara kaffah,keseluruhan. Kalo engga?? Yang saya takutkan adalah ketika para guru, dosen yang terhormat melakukan berbagai penyimpangan dalam menyampaikan materi agama yang sungguh sangat sensitif dan memerlukan kapasitas ilmu yang benar. Tentang berbagai penyimpangan ini, akan saya bahas dalam catatan saya yang lain. Insya Allah.
***
Hal pokok berikutnya adalah hal yang membuat saya sangat iri pada zaman negeri ini dahulu. Satu zaman dimana Sunan Kalijaga, Sunan Gunungjati dan Maulana Malik Ibrahim lahir, tumbuh berkembang menyampaikan dan menyebarkan risalahNya ke berbagai pelosok wilayah. Atau di wilayah lain di zaman yang melahirkan Imam Syafii, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Hajar al-Atsqolani. Mengapa saya iri?? Baiklah saya sampaikan rasa iri saya..
Mereka2 ini, nama-nama yang tertulis dengan tinta emas dalam sejarah, yang ikut dalam proses membangun sebuah peradaban yang gilang gemilang untuk seluruh umat manusia. Bukankah mereka menyebarkan ilmunya, berkeliling mengajar masyarakat tanpa dibayar??atau kalau pun mau hanya sekadar santunan negara.
Darimana mereka lahir?? Apakah dari pendidikan yang berharga ratusan dinar atau ratusan juta?? Atau dari hasil belajar di institusi yang untuk masuknya saja perlu membayar 1OOJuta rupiah??
Saya yakin tidak. Mereka lahir dari halaqah-halaqah gratis, pendidikan Qur'ani yang mencakup sosio dan sains mulai sejak usia dini.
Jika dipandang dan dipikir dengan otak materialistis, bukankah mereka adalah orang-orang yang tidak MENGHARGAI ilmu?? Mau-maunya menyebarkan ilmu tanpa dibayar. Rakyat kesultanan demak dan kekhalifahan Abbasiyah tentunya kurang menghargai ilmu karena tidak membayar. Mereka hanya mengandalkan baitul mal dan zakat.
Bukankah dari Demak lahir para wali macam Sunan Muria dan para pahlawan macam Adipati Unus&Fatahillah yang berhasil mengusir portugis??
Bukankah dari Baghdad tempat kekhalifahan Abbasiyah telah melahirkan ilmuwan, ulama, mujtahid sehebat Imam Muslim, Al-Khawarizmi, Ibnu Sinna yang ilmu mereka menjadi cahaya peradaban Islam selama 7OOtahun lebih??
Masa mereka bisa menjadi seperti itu belajarnya gratis sih...
Lalu bandingkanlah dengan sistem pendidikan berbayar sekarang yang teramat mahal. Sudah berapa kali sistem ini melahirkan ribuan koruptor yang merasa perlu balik modal karena sekolahnya sudah keluar banyak duit??
Sudah berapa banyak pekerja yang menghambakan dirinya di instansi asing yang kerjaannya mengeksploitasi kekayaan alam(baca: merusak bumi)??
Dan sudah berapa banyak ilmuwan, birokrat dan professional yang katanya sekolahnya tinggi-tinggi itu hanya berpikir duniawi dan bahkan atheis??
Tulisan ini memang hanyalah semacam kritisi terhadap dunia pendidikan kita; educritizm!!, tanpa solusi karena saya bukan pencari solusi yang tepat. Tapi jika kamu mau solusi yang benar, silahkan merendahkan diri di hadapanNya.. Silahkan kembalikan pada Al-Qur'an&Hadits dan perkuat keyakinan kita, kepada Allah SWT yang maha mengatur segalanya... bergeraklah dalam rel yang benar dalam bidang yang kamu jalani dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai landasannya.
Agar kelak satu hari nanti, di suatu pagi yang tenang kita dapat menatap langit jingga pertanda sebuah sinar kebangkitan yang datang, pertanda kobaran semangat para pejuang Allah..dan kita dengan takzim dapat berkata: ISYHADU BIANNA MUSLIMUN...!!
Senin, 07 Maret 2011
Hidup Yang (luar) Biasa
Album berwarna coklat tua yang tergeletak di step 2 lemari itu nampak berdebu. Perlahan saya bersihkan debunya untuk kemudian membukanya. Oh, ini foto-foto zaman dahulu. Ada 1 foto seorang lelaki tersenyum simpul dalam balutan baju putih khas meneer belanda. Di belakangnya, latar gedung tua dengan gaya art deco indische menambah kesan gagah lelaki itu. Di bagian bawah itu ada sebuah tulisan " Rd. Abdul Horiz , 1925 ".
" itu foto kakekmu.." suara ngebass ayah mengagetkan saya.
"beliau dipanggil yg maha kuasa tahun 1982, saat ayah masih kelas 2 stm. Jadi...kamu memang belum pernah bertemu dengannya secara langsung.." Ayah memulai pembicaraan, sementara saya masih terdiam menatap wajah tampan kakek yang mengalir deras pada cucunya ini. :)
" dulu.. kakekmu itu adalah pegawai karesidenan di batavia, seseorang yang cukup terpandang. Namun seiring invasi belanda di batavia yang terus berlangsung, kakekmu memilih berhenti dari posisinya untuk ikut berjuang memerdekakan diri. Meninggalkan kenyamanan untuk bergerak hengkangkan kolonialisme belanda.."
Saya mulai tertarik dengan cerita ini, kisah nyata yang tidak dibumbui macam2 hingga jauh dari cerita aslinya.
"hmm..terus, bagaimana lagi ceritanya?"
"dimasa agresi militer, kakekmu juga ikut longmarch bersama ribuan massa lain. Mereka berjalan kaki dari batavia yang mulai chaos menuju jogjakarta yang lebih aman untuk melindungi rakyat dari serangan musuh. Beliau memang orang yang rendah hati dan memiliki solidaritas tinggi, itu pula yang tercermin dalam sikapnya sehari-hari.."
Ayah berhenti menenun helaian kata. Sejenak berhenti, matanya menerawang seakan menyibak tirai masa lalu.
"terus apalagi..?" saya mencoba melumerkan kebekuan.
" wah..kamu ini. Kalau diceritakan semua sih, 4 gelas kopi sampai subuh juga gak bakal cukup nemenin ayah.."
Dia kemudian sedikit bercerita, bertahun-tahun sesudah masa agresi yang disusul zaman pemberontakan, kakek merintis karier sebagai sutradara film. Ada 1 foto yang mengabadikan kakek saat syuting di pulau bali, sedang mengarahkan artisnya dalam sebuah scene.
Tanpa foto hitam putih itu mungkin saya sedikit kurang percaya fakta itu. Ternyata tanpa sekolah sinematografi pun bisa menjadi sutradara rupanya. Saya jadi ingin bertemu kakek, meski itu tak mungkin.
Bercerita dan mendengarkan sebuah kisah di masa lalu seperti menyibak tirai yang berlapis. Semakin disibak semakin penasaran untuk terus dibuka satu persatu. Seperti ingin hanyut dan tenggelam dalam arusnya.
Saya jadi membayangkan bagaimana jika kakek saya dan kakek atau buyut kalian semua diberi kesempatan untuk kembali ke zaman sekarang. Hidup dan menyaksikan negeri ini, negeri yang dulu mereka perjuangkan dengan darah kini dijajah bangsanya sendiri. Mereka yang dulu memperjuangkan hak masyarakat yang dirampas inlander mungkin kini menangis melihat hak manusia itu kini dicerabut dari fitrahnya. Tak ada kesempatan dan hak mendapat pendidikan, kesehatan dan hak kolektif lainnya secara setara dan objektif.
Mereka yang dulu memperjuangkan papua, jawa dan daerah lain kini meratapi kenyataan bahwa komoditi SDA daerah itu dilokalisir penguasa dan pejabat untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka yang memperjuangkan kemerdekaan dari kebodohan, hak manusia untuk eksis, harus mengurut ada melihat bangsanya dibodoh-bodohi, dihina dinakan tanpa henti, ditipu bangsa asing dan bahkan bangsanya sendiri yang melakukan korupsi menjijikan.
Hhh..
Kita hanya bisa menghela nafas menatap bangsa yang dulu jaya, rimba yang dulu perkasa.
Mencari kisah masa lalu dan kemudian melihat realitas masa kini, melulu mendatangkan kepedihan atas kejadian yang telah terjadi. Memang benar kata orang bijak, mengambil lilin lalu menyalakannya jauh lebik baik dari sekedar mengutuk kegelapan.
Entah berapa banyak bumi berrevolusi terhadap matahari. Dan sudah berapa banyak pula kehidupan merevolusi dirinya sendiri. Tangis dan tawa menjadi bagian kehidupan yang selalu berganti-ganti.
Dalam itu pula manusia lahir ke muka bumi menyandang misi yang dia dialogkan dalam kandungan ibunya ketika berumur 4 bulan, yaitu hidup. Hidup yang penuh eksistensi. Hidup yang penuh ibadah. Menorehkan tinta emas dalam kertas yang masih murni.
Dan bumi menjadi saksinya, bumi yang menjadi rekam jejak manusia memilih kehidupannya.
" hidup itu seperti lari estafet. Harus selalu ada yang memegang tongkat. Jika dulu kakek yang berjuang, lalu kemudian ayah..dan kini tongkat estafet itu ada di tangan kamu.."
"apa saya harus ikut berjuang mencari kebenaran, ikut memperjuangkan nasib umat&bangsa. Saya tidak yakin akan sanggup ayah.. Saya ingin hidup biasa saja..!!"
" memperjuangkan kebenaran itu tak selalu dengan demonstrasi, atau perang bahkan revolusi.. Bekerja mencari nafkah untuk anak istri, mendidik mereka secara benar juga memperjuangkan kebenaran. Teruslah belajar dan gunakan potensimu untuk kepentingan umat.."
"tapi...saya takut, ayah.."
"bersikaplah sebagai lelaki.. Hidup itu memang terjal. Isi hatimu dengan keyakinan. Dan beribadahlah, niatkan semua itu untuk beribadah. Maka Allah akan menutup kelemahan2 kita, dan yakinlah kita tidak selemah yang kita kira.."
lama saya terdiam.
" nak, kamu pernah dengar bahwa hidup yang paling indah itu adalah hidup yang berjalan diatas bara..?? Tak usah takut akan panasnya, jalani saja. Kamu akan mengetahui bahwa semua itu indah. Dan, bukan hanya ayah yang akan bangga ketika kau menapakkan kaki di atasnya, tapi juga Dia yang Maha indah.. Dia yang tiap hari kamu sembah..!!"
seperti menunggu kepingan totem berhenti berputar, saya diam dan termangu.
Hidup memang sebuah pilihan. Hidup biasa atau luar biasa.
Hidup biasa tanpa rekam jejak yang disisipi kesalahan&kebodohan.. Atau hidup luar biasa untuk berbuat benar. Meski untuk berbuat benar itu, kita harus berkorban. Kadang merelakan apa yang paling kita inginkan.
Mata saya berkaca-kaca menahan kristal air membuncah di pelupuk mata. Sampai malam larut saya masih memikirkannya. Sampai saya menanti di gerbang mimpi. Untuk kemudian membisikkan kata-kata padaNya. Untuk menerbangkan kupu-kupu doa beruntai harapan ke singgasana Arasy yang agung, agar Dia yang maha indah itu memberikan keberanian. Keberanian untuk menjalani kehidupan. Amin.
kiri, kanan dan jalan lurus
suatu hari, di sebuah forum tempat manusia berkumpul dan merenung mencari sesuap hikmah..
"kamu kiri ya? sosialis dong!"
"kamu kanan ya..??wah..liberal! kapitalis ah!!"
kiri?kanan? seperti rute ojeg saja.
di lain kesempatan..
" eh elu islam moderat ya!!"
"nah eluu, islam fundamental..!!"
moderat dan fundamental tu campuran bahan buat bikin bom ya..??
Itulah komentar atau lebih tepatnya 'tuduhan' yang sempat rekan2 saya alami ketika mereka mengutarakan pendapatnya. dikotak-kotakkan. Kesannya menjadi labelisasi. Dan saya kurang suka dengan pelabelan macam itu.
Saya jadi teringat ucapan imam ali bin abi thalib ; "Kanan dan kiri adalah jalan yang sesat, sedangkan jalan yang ada di tengah adalah jalan yang lurus dan benar"
apakah kiri dan kanan diatas adalah yang dimaksud imam ali..hmm..saya tidak mau berspekulasi.
***
Kiri dan kanan. Dewasa ini manusia sepertinya dihadapkan pada 2 pilihan saja, tidak ada yg lain, termasuk buat kita umat islam. Jika bukan kapitalis ya sosialis.
Bagi orang2 yang apatis, mementingkan kenikmatan duniawi mereka memilih liberal dengan kapitalis sebagai ideologi hidup. Asal diri ini senang, merajalela menumpuk harta. Semua hanya dinilai dari materi.
Dalam ekonomi kapitalis, harga adalah satu2nya pendukung. Mengapa? Yang menyebabkan seseorang bekerja keras adalah 'penghargaan' kepadanya. Karenanya, orang yg memanfaatkan produk dan jasa harus rela membayar mahal.
Dunia pendidikan diswastanisasika. Para alumninya rela membayar mahal walaupun alumninya kelak menjadi seorang profesional, birokrat, pengangguran atau malah menjadi koruptor dan pembunuh.
Begitu pula dunia kesehatan. Hanya segelintir orang yg bisa menikmati fasilitas RS, klinik, dokter dengan baik karena biayanya teramat mahal. Orang miskin hanya bisa menjerit. Maklum lah, fasilitas&alat2 kesehatan itu mahal. Jadi kalo bayarnya murah atau gratis, kapan break even pointnya..??
Sementara itu di sisi lain ada orang2 yg memiliki kepekaan&solidaritas tinggi. Membutuhkan perubahan akan keadaan, bosan dengan stagnansi yang banal. Mereka menginginkan revolusi karena prihatin melihat pendidikan semakin mahal, angka pengangguran melambung tinggi. Hidup sehat hanya mimpi bagi kaum proletar.
Lihatlah. Diatas tanah hasil penggusuran rumah kumuh dibangun mall tempat kaum borjuis menghamburkan uang tanpa peduli si miskin yg putus sekolah hanya menatap mereka dengan mata hampa dibalik jendela. Di tempat lain seorang pencuri ayam dibakar massa, sementara koruptor dan mafia pajak bebas berlibur kemana-mana.
Hukum laksana pisau yg tajamnya hanya ke bawah. Begitu tajam saat mengiris-iris si miskin, tapi tiba2 mendadak tumpul saat menghadap orang terhormat dan berduit.
Dunia seolah tanpa keadilan. Mereka pun memimpikan dunia tanpa kelas. Inkuisisi jalanan terjadi, revolusi sampai mati. Mengganyang kapitalis untuk menggantinya dengan sosialis yg dinilai lebih beradab dan merata.
Tapi mari sejenak kita tengok dengan perspektif lain. Bukankah mereka, kaum liberal yg kapitalis dan revolusioner yg sosialis itu telah menerima islam sebagai keyakinan mereka? Bukankah mereka telah bersaksi bahwa Allah, tuhan maha esa yg mereka percayai itu ada??
Tak mustahil mereka sangat yakin dan tidak meragukan kebenaran islam.
Akan tetapi, banyak dari kita semua tidak menemukan solusi atas semua permasalahan. Itu tadi, karena selama ini kita dan mereka hanya mengenal 2 pilihan: kapitalis dan sosialis untuk menyelesaikan pelbagai masalah tsb. Kita ini hanya melihat kiri dan kanan, padahal ada jalan yg lurus.
Boleh jadi kita ini tidak mendapat pemahaman tentang islam sesungguhnya. Kita hanya mengenal islam yg parsial, islam yg telah mengalami penyunatan sana sini.
Sehingga kita semua mengenal islam hanya sebatas ritual belaka. Solat, zakat, puasa, naik haji tanpa mengetahui esensi dibalik itu semua. Tanpa pernah mendapat pemahaman bagaimana islam mengatur perekonomian, pemerintahan, pendidikan, hukum dsb. Tanpa juga tahu islam yg mengatur ranah politik. Hukum Allah yg mengatur, bukan hanya mengganjar setiap kejahatan tapi juga mencegah agar kejahatan tak terjadi.
Kepingan2 puzzle yg hilang inilah yg membuat islam terkotak-kotakkan. Jadilah kita mengenal 'berbagai macam islam' . Umat dan ulama muslim yg compromise dengan segala kebijakan pemerintah disebutnya moderat. Sedangkan yg menentang kemunkaran dilabeli islam garis keras. Yang ritualnya tidak jalan dinamai islam ktp. Apalagi kini muncul islam liberal. Kelompok yg begitu agresif mengkritisi al qur'an tapi mendadak manut disodori pemikiran barat.
Semua pelabelan itu tentu sangat mengganggu. Islam dikotak2an, padahal islam itu jelas dan satu, satu keyakinan. Berpijak pada alquran dan hadits.
Bagaimana mungkin dikatakan islam jika habis2an mengkritisi alquran tanpa pernah mengkajinya?
Bagaimana bisa dikatakan islam jika memuja2, bahkan mencium telapak kakinya kiai yg berkata bahwa alquran adalah kitab paling porno? Naudzubillah.
Kita jadi begini karena menjauh atau dijauhkan dari pedoman hidup kita, alquran. Sehingga kita tidak memahami islam seutuhnya. Bukankah dlm an-nisa 59, allah berfirman:
" hai orang2 yg beriman, taatilah Allah, RasulNya dan taatilah pemimpin (ulil amri) diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat ttg sesuatu, maka kembalikanlah pada Allah (alquran) dan rasul(sunahnya), jika kamu benar2 beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya"
saat saya mengetik tulisan ini, adzan isya berkumandang. 10 menit berlalu, saya masih asyik di hadapan monitor.
Teman di sebelah saya mengingatkan:
"wah..katanya pengen memahami islam yg seutuhnya, kok solatnya masih ditunda-tunda sih..!!"
ah benar juga dia..
untuk memulai sesuatu yg benar, memang harus diawali dengan benar. Harus diawali dari diri sendiri dan harus dimulai saat ini juga..
Jumat, 25 Februari 2011
perenungan (tentang ahmadiyah)
Saya lagi merenung. Jongkok tercenung di depan ember yang penuh terisi air. Sedangkan di sebelah kiri saya ada bak berisi air dengan volume yg lebih besar daripada ember tadi. Diatasnya ada keran menitikkan air setetes demi setetes. Suara tetesan airnya beriringan dengan suara jangkrik yang mengalun indah serempak menyuarakan revolusi.
Di perenungan ini, saya jadi teringat ahmadiyah. Ahmadiyah yang mengaku islam.
Sebelum kita menjudge, saya mencoba fair untuk bersikap. Marilah kita mulai dengan "sang nabi" ; mirza ghulam ahmad. Sang nabi sekaligus pendiri ahmadiyah. Jika memang dia mengaku islam, ada satu hal yang sangat kontradiktif antara islam dengan keyakinannya. Karena Islam sangatlah jelas dipimpin oleh Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir, ini membuat saya heran. Namun sebelum menarik kesimpulan, mari buka sejarah sejenak. Sejarah yang mungkin diperam para pemenang sejarah.
Mirza Ghulam Ahmad yang lahir dalam keluarga Muslim di suatu desa di India Utara yaitu Qadian tahun 1839M menceritakan bahwa ayahnya bernama Atha Murtadha berkebangsaan mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal. 134, kary. Mirza Ghulam Ahmad).
Namun anehnya, ia juga mengatakan “Keluarga dari Mongol, tetapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal dari Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada yang mengetahui seluk-beluk keluargaku seperti berita yang datang dari Allah Ta’ala.” (Hasyiah Al-Arba’in, no.2 hal.17, karya Mirza Ghulam Ahmad).
Dia juga pernah berkata, “Aku pernah membaca beberapa tulisan ayahku dan kakekku, kalau mereka berasal dari suku mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku bahwa aku dari bangsaPersia.” (Dhamimah Haqiqatil Wahyi, hal.77, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Yang anehnya lagi, ia juga pernah mengaku sebagai keturunan Fathimah bin Muhammad.
Asal-usulnya memang sedikit absurd. Tapi kita tinggalkan saja dia.
Anggap saja dia benar nabi. Hal pertama yg seharusnya dia lakukan adalah dia tidak merujuk pada AL quran, karena sudah jelas alquran adalah kitab umat islam dan diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad seorang.
Sedangkan dia masih merujuk pada beberapa ayat di alquran, itupun parsial-sebagian- saja. Tidak utuh dan menghilangkan substansi yang terkandung dlm ayatnya. Lha ini bagaimana, katanya nabi baru.. tapi masih merujuk alquran?? Bukankah setiap nabi dan rasul itu membawa wahyu baru dan kitab baru?
ini satu contoh dia mengotak-atik quran dan menggabungkannya ke dalam kitab suci versinya -Braheene Ahmadiyyah-:
” ‘Inna Anzalnaahu Qariiban min alQadian wa bil Haq anzalnaahu.
(Ing.) No doubt we have sent him (Mirza) near Qadian and with truth we have sent him’;
(Ind.) Telah jelas bahwa kami telah mengirimkannya (Mirza) dekat Qadian dan dengan benar kami telah mengirimkannya ‘; . . .
pernyataan wahyu yang telah diterbitkan dalam Braheene Ahmadiyyah ini telah jelas dan keras menyatakan bahwa nama Qadian telah disebut secara jelas dalam Quran atau Hadits sebagai pernyataan kenabian.”
(catatan: Coba periksa ‘tenses’ yang sengaja dalam Quran dibuat past tense–dalam bahasa arab disebut madhi yang berarti suatu kejadian yang sudah lewat atau lampau pada waktu al Quran disampaikan/diwahyukan—Seandainya akar kata nazala tersebut dibuat untuk perkiraan, masa datang, atau masa kini, Allah akan mengatakan “Unazzilu” sebagai ganti “Anzalna”.)
Allah mewahyukan Qur’an dalam bahasa arab dengan akurasi yang luar biasa, seandainya ditulis dalam bahasa apapun, maka al Quran akan menjadi suatu maha karya yang luar biasa dalam hal akurasi maupun isinya–seperti halnya yang telah ditulis dalam bahasa Arab.
saya sendiri heran kenapa mirza mendapat wahyu dalam bahasa arab. Biasanya sih , seorang nabi dan rasul mendapat wahyu itu sesuai bahasa ibunya. Katakanlah Muhammad mendapat wahyu bhs arab. Yesus (isa) mendapat wahyu dlm bahasa ibrani dll. Kalo dia nabi harusnya ya dapet wahyu dalam bahasa urdu, bahasa ibu dia.
Jika mirza konsisten dengan kenabiannya dan umat2nya konsisten menjadikan dia sebagai nabi, maka silakan buat kitab suci baru, nama agama baru, tampat ibadah baru dan kelengkapan lainnya yg serba baru. Dan please, bikin aturan hidudp sendiri sesuai apa yg telah "tuhan" wahyukan padanya. Rasanya cukup fair bukan..?? Daripada mengaku islam.
ohya satu lagi, dan ini -saya rasa- bisa menguak tabir misteri siapa dia sebenarnya.
Mirza hidup dalam kungkungan imperialisme inggris di india selama puluhan tahun. Seorang pemimpin, apalagi pemimpin umat. Wajarlah kiranya jika dia melakukan pemberontakan atas kedzaliman yang terjadi, membebaskan umat dari cengkeraman imperialis yang mengkebiri HAM. Bagaimana dengan Mirza??
Sementara Penjajah Inggris dibuat pusing di India karena adanya semangat Jihad di kalangan Muslim,, dalam anjuran dan dakwahnya, Mirza Ghulam Ahmad justru menulis buku-buku dan pamflet-pamflet yang membatalkan/MENCABUT JIHAD serta menganjurkan KESETIAAN KEPADA PENJAJAH INGGRIS SEBAGAI RUKUN IMAN. Disinilah momentum Mirza Ghulam mendirikan Gerakan AHMADIYYAH tahun 1889 dan menamakan pengikutnya sebagai AHMADI MUSLIM. Ia memberi label kepada umat yang tidak menerimanya dan tidak menerima kenabiannya sebagai haram jadah(bastards).
Coba simak 1 pernyataan Mirza dalam sbuah bukunya:
"Sejak kecil sampai sekarang setelah berumur 65 tahun, saya telah melakukan dengan pena dan lidah saya, tugas-tugas penting dalam mengubah hati umat Muslim kedalam cinta kasih & niat baik serta simpati terhadap Pemerintah Inggris dan melenyapkan ide dan semangat Jihad dari hati orang-orang (Islam) bodoh itu. " (Kitab-ul-Bariyah, Roohani Khazain vol 13 p.350)
Bukankah berbeda dengan Ibrahim yg menghancurkan berhala karena akal logisnya yg merasa tidak mungkin patung menjadi tuhan?? Atau Isa yg juga menentang imperialisme Romawi terhadap bangsa yahudi??
dari sinilah muncul spekulasi terbesar bahwa dia menjual keimanannya demi mendapatkan keuntungan harta. Di satu sisi muncul juga dugaan dia budak inggris dalam upaya memecah belah umat islam yang nampaknya saat ini telah berhasil.
Dan saya punya 1 pertanyaan : dimanakah lokasi pusat ahmadiyah yang juga sebagai tempat kongres tahunan ahmadiyah..??
Yuph! anda benar!! jawabannya absolutely: INGGRIS.
Tapi sekali lagi, ini hanya spekulasi (kecuali kantor pusat ahmadiyah yang jelas fakta, silakan cek di ustad google).
Jika memang ingin mengetahui kebenaran sejatinya, perlu mesin waktu untuk mengeceknya. :)
***
Sesungguhnya para Penguasa itu, dan musuh2 Allah SWT lainnya sangat takut akan KEBANGKITAN ISLAM, serta SEMANGAT JIHAD dari kaum Muslimin. Mereka tahu bahwa dengan adanya MUSLIM YANG MEMELUK QADIANI/ AHMADI, berarti berkurang lagi satu umat Muslim. Tiap orang Ahmadi harus percaya bahwa JIHAD ADALAH HARAM. Dengan demikian Gerakan Ahmadiyyah Movement adalah agen Anti Kekuatan Islam dalam rangka membuang keimanan ummat atas nama Islam.
Tapi saya pikir yg terpenting adalah meningkatkan kualitas keimanan kita, mempercayai sedalam-dalamnya bahwa islam yang kita pilih, yang telah Muhammad sampaikan pada kita via Alquran dan al hadits adalah sebenar-benarnya rohmatan lil alamin. Orang lain? ya terserah. Lakum diinukum waliyaddin; untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.
Tapi kalo ahmadiyah ngaku islam ya lain lagi ceritanya..ya gak?? :)
semoga Allah SWT menjaga iman setiap muslim dari godaan2 kejahatan. amin.
Sabtu, 19 Februari 2011
dunia anak-anak
Saya tiba di rumah malam hari setelah beberapa hari tidak pulang. Badan saya terasa amat lelah. Mata saya pun sedikit berkunang-kunang. Ketika saya membuka pintu, sosok kecil berperawakan pendek dengan rambut poni itu melirik ke arah suara pintu berdecit. Lalu dalam sepersekian detik raut mukanya yg masam cemberut tiba2 berubah cerah. Itulah dia, adik terkecil saya yg masih berusia 3 tahun. Dengan senyum lebarnya yg innocent, dia kemudian berlari ke arah saya seraya menghambur ke arah kaki saya. Saya lalu jongkok untuk membiarkannya memeluk saya.
Dia minta saya memangkunya. Saya menolak. Tapi rengekannya yg manja mau tak mau memaksa saya mengabulkan keinginannya. Dalam kondisi lelah, saya memangku sang malaikat kecil. Namun tingkah lakunya yg lucu sungguh membuat rasa lelah itu hilang..!! :)
apakah kamu punya adik, ponakan atau bahkan anak yg masih kecil? Cobalah perhatikan mereka barang sejenak, semenit atau 2menit. Kamu pasti bisa merasakan betapa dunia ini mendadak berubah ceria saat menikmati kelucuan mereka. Begitulah.
Anak kecil memang seolah ditakdirkan menjadi penyemarak suasana. Tingkah laku dengan segala gerak-gerik ditambah mimik yg lucu seperti mampu membuat orang yg melihat bakal terkekeh-kekeh atau paling tidak menyunggingkan seutas senyum. Senakal dan sebandel apapun mereka dengan lakunya yg kadang nyebelin, kehadiran anak kecil bisa diibaratkan seperti lilin di tengah kegelapan.
Begitu banyak drama tentang emosi dan konflik berkepanjangan yg menemukan happy ending berkat kehadiran dan keberadaan anak-anak. Lihatlah ketika kelahiran seorang bayi mampu melumerkan kebekuan hubungan orangtua dengan anak atau menantunya. Bahkan berita kehamilannya saja bisa membuat relasi suami istri yg retak menjadi kembali utuh dan meluluhkan sifat oportunis keduanya...
***
setelah puas memperhatikan adik, ponakan atau anak kecilmu itu. Apa yg kamu lihat dan rasakan ??
Mungkin suasana yg kamu rasakan mendadak berubah meski tak ekstrem namun menyegarkan.
itulah Sifat ceria anak-anak yg dapat menjadi pemecah kebuntuan dan menyamankan suasana.
Dalam kompleksitas hidup yg semakin banal ini, suasana yg ceria dan nyaman -sebutlah atmosfer kondusif- sangat mutlak kita butuhkan untuk menjalani putaran roda hidup yg makin hari makin berat dan bahkan kejam.
Dengan atmosfir kondusif saja kita sudah susah, bagaimana mau menjadi pemenang kehidupan jika kehidupan ini direcoki berbagai konflik yg tak ada ujungnya..??
Ada baiknya kita belajar dari seorang ayah yg berani menghilangkan egonya dengan meminta maaf pada anaknya ketika dia berlebihan memarahi sang anak. Atau ketika dia berusaha membangkitkan semangat anaknya yg down dengan bersikap ceria dan mengajak sang anak bercanda riang. Buat seorang ayah, reputasinya sebagai tauladan dan pemimpin keluarga jelas tak akan pudar hanya karena minta maaf dan banyak bercanda. Justru mungkin ia akan semakin disayang oleh seluruh anggota keluarga.
Sayangnya, makin sulit saja menemukan orang dewasa yg masih setia memelihara sifat kekanak-kanakannya. Tentu dalam konteks positif. Seseorang yg bisa menjadi pemecah kebuntuan. Pemberi kehangatan dan penghancur kebekuan suasana. Sebaliknya, seringkali justru kita tergoda untuk menjadi orang yang "benar benar dewasa" . Selalu berusaha menjadi pemenang dan tak pernah peduli pada suasana dan orang lain...
Rasanya makin sulit saja menolak keinginan adik saya untuk dipangku atau digendong. Meski badannya semakin hari semakin berat saja, tapi tak tega juga mengabaikan keluguannya. Selagi dia masih kecil.
Terang saja, jika ia sudah besar nanti, memangnya dia mau dipangku lagi?? :)
Maka sebelum terlambat, rasakanlah dunia anak-anak yang penuh warna. Yang penuh keceriaan. Dan rasanya tidak salah untuk memelihara sifat kekanakkan kita dalam konteks positif. Siapa tahu, itu kesempatan terakhir buat kita.
Selasa, 15 Februari 2011
mengapa ayam menyeberang jalan...???
Di bawah ini adalah beberapa jawaban dari orang-orang dari berbagai jenis profesi... Dari mulai ilmuan, presiden, mantan presiden, mantan menteri, artis, pemain film (bokep juga),,, dan lain-lain....
Check it Out....
Guru TK :
Supaya sampai ke ujung jalan.
Plato :
Untuk mencari kebaikan yang lebih baik.
FBI :
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.
Aristoteles :
Karena merupakan sifat alami dari ayam.
Captain James T. Kirk :
Karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi.
Martin Luther King, Jr. :
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.
Machiavelli :
Poin pentingnya adalah ayam menyeberang jalan! Siapa yang peduli kenapa !! Akhir dari penyeberangan akan menentukan motivasi ayam itu.
Freud :
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.
George W Bush :
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!
Darwin :
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.
Einstein :
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.
Nelson Mandela :
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!
Thabo Mbeki :
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.
Mugabe :
Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyeberanginya dengan dorongan ayam-ayam veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyeberanginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahan Inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya !!
Isaac Newton :
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.
Miyabi :
Ooohh.... Mmmhhh...
Programmer J2EE :
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.
Flasher :
Karena pada keyframe tersebut terdapat actionscript yang bertuliskan perintah 'GoTo And Run' ...
LB Moerdani :
Selidiki! Apakah ada unsur subversif?
Sutiyoso :
Itu ayam pasti ingin naik busway.
Soeharto :
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya disukabumikan saja.
Habibie :
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.
Darwis Triadi :
Karena di seberang jalan, angle dan lightingnya lebih bagus.
Nia Dinata :
Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya?
Desi Ratnasari :
No comment!
Dhani Ahmad :
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...
Julia Perez :
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada disana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaaaaaaaahhh dia kesanalahh.. Cape khan pake alat bantu terus?
Roy Marten :
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan).
Butet Kartaredjasa :
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?
Roy Suryo :
Kalo diliat dari metadatanya, itu ayam asli.
Mega Karti :
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?
Harmoko :
Berdasarkan petunjuk presiden.
and the best answer is..........
Gus Dur :
"Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot! Bukannya kerja tapi malah baca ginian..."
Kalo menurut kamu,,, Mengapa Ayam Menyebrang Jalan ????
:p
Rabu, 02 Februari 2011
Sejarah Natal 2
Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember?
Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuni di dalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).
H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan:
Namrud cucu Ham. Anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nirod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad" antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama "Semiramis".
Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mati.
Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-usul pohon Natal.
Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga". [/i]
Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut "Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di Cina, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan lain-lain.
Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa).
1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini.
2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.
3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.
4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana?an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.
5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besar dan dijadikan sebagai pesta rakyat.
Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus,Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zrates (Bangsa Persia) dan Fo Hi (Bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Solulus, Aristonicus, Tibarius, Grocesus, Yupiter, Minersa, Easter.
Jadi, konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba.
Konsep/dogma agama bahwa yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata kepada jemaat di Roma.
[color=redTetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma 3:7).
Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu. Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:
Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang?. (Matius 24:4-5).
Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal
Untuk mengetahi pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi dari tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4:
"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang."
Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal, yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala.
Selanjutnya mari kita simak penjelasan dalam Yeremia 10:5:
"Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara, orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat."
Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal
1. Catholic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Chrismas:
"Natal bukanlah upacara gereja yang pertama ... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."
Dalam buku yang sama, tentang "Natal Day" dinyatakan sebagai berikut:
"Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir'aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."
2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan:
"Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambi oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.'
3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944, menyatakan:
"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut". (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus) ... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus."
Keterangan:
** Jika kita menerima keterangan Injil Lukas, maka Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi. Hal ini didasarkan pada keterangan Injil Lukas yang menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1), dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 Masehi,* maka Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 Masehi, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23). Ini berarti, Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi.

