RSS Feed
This is a mood message, you can edit this message by editing file message.php, or you can also add here some advertisement.

Kamis, 07 Juli 2011

Bandung, 19 Mei #2

Judul lagunya seurieus?? Bukaan. Postingan berikut ini adalah tulisan saya beberapa waktu yg lalu. Sudah cukup lama dan kesannya usang, tapi saya yakin masih relevan untuk dibaca.

Berminat untuk membacanya? Jika kamu masih memiliki urusan atau pekerjaan, maka sebaiknya selesaikanlah terlebih dahulu sebelum membacanya. Jika kamu memang gak suka baca atau kamu adalah pecinta sastra-sastra picisan, mungkin lebih baik kamu tinggalkan saja tulisan ini daripada membunuh waktumu selama beberapa menit.

Namun walaupun kamu pecinta sastra roman tapi kamu tetep ngotot ingin membacanya, maka terusin aja deh. Asalkan kamu janji untuk gak ngefans sama saya begitu kamu selesai membacanya . Hehe. Please enjoy it…

***

Serasa di kebun binatang! Itu yg saya rasakan tadi malam. Gimana enggak? Konsentrasi saya hancur berkeping-keping layaknya zombie yang dibantai Alice Project di Resident Evil. Maksud baik saya ke warnet ini seketika luluh lantak seperti gunung yang beterbangan layaknya anai-anai dalam film 2012. Semua karena indera pendengaran saya menerima rentetan peluru kata-kata sarkas yang ditembakkan mulut anak-anak seumuran Nobita bahkan Sinchan yg lagi maen game online Pointblank!

Saya jadi mual seolah habis nonton Putri yang Ditukar. Kuping saya jadi merah merona kaya si cepot dimabuk asmara. Wajah saya pun mendadak mirip Lee Min Ho si artis korea (eh, kalo ini sih udah mirip dari dulu..)

Btw, Kenapa sih penjaga warnet ini diem aja liat para bocah ngomong kaya gitu? Terpenjara rasa enggan dan malas-kah?

Arghh.. daripada lama-lama disini bikin saya marah trus sekujur tubuh saya jadi hijau kaya Hulk. Dan lama-lama disini bisa chaos kaya kota Gotham yg terkena teror Joker; lebih baik saya percepat kunjungan di warnet ini. Segera, dalam waktu kurang dari 1 jam saya posting note di fb&blog, lalu berselancar mencari pengedar narkoba.. eh maksudnya mencari data, dan akhirnya melaksanakan tugas mulia: meng-hidden tanggal lahir di pesbuk!! Alasannya?? Ah,suka-suka saya dong. FB saya ini...

Dan ah..waktu engkau cepat berlalu. Menukik-nukik bagaikan Penguin of Madagaskar mematuk memangsa ikan sarden. Melesat laksana Mitsubishi Evo 7 yg dikendarai Brian O'Connor di 2fast&2furious. Dan kadang membuat kita terlena seperti lagunya Ikke Nurjanah. *Lho?*

Waktu yang cepat memaksa tubuh saya sesaat berhibernasi. Lalu otak saya dengan cepat berresonansi mencoba menerobos spektrum mimpi. Dan tanpa mengalami Inception berkali-kali, akhirnya mimpi membuat saya bertemu dengan hari ini.

Saya senyum-senyum sendiri kalau ingat mimpi semalam. Enggak. Saya enggak ketemu Asmiranda, walau saya yakin dia lagi rindu sama saya...biasa lah, cinta lokasi karena main bareng di film Dalam mihrab cinta..hehehe.. bersabarlah.. Saat rindu menggebu tetaplah menunggu, saat cemburu membelenggu cepatlah berlalu..(hueks)

Eniwei, di mimpi tadi saya jadi Spiderman yang perkasa menyelamatkan kota NewYork, menghajar dr.Octophus yg jumawa tapi membisu sejuta kata tak berdaya di hadapan Mary Jane yang sungguh jelita..

Walaupun cuma mimpi, tapi saya mau berkata jujur pada kalian semua bahwa saya adalah..hmm.. sini mendekat, saya bisikkin..sebenernya saya adalah Spiderman! Kamu pasti gak percaya. Hehe..maksudnya,saya&Spiderman punya banyak persamaan.

Coba aja deh kamu deketin foto saya sama fotonya Peter parker dan cari 5 perbedaan. Beda jauh kan? Maklum, saya kan emang lebih mirip Dude Herlino.

Ngomong2 soal Peter Parker alias Spiderman, kalo kamu nonton filmnya di season1&2, kamu bakal menemukan sisi humanis dari seorang superhero. Tentang seorang pembela kebenaran yang nyatanya hanya manusia biasa yang kadang bikin kita berseloroh "ehm..gue banget!!".

Semua hal dalam realita kehidupan. Tentang kuliah&nilai akademisnya yg rendah sampai dosen menyebutnya mahasiswa cerdas tapi malas (persis seperti dosen saya;om Ridwan kamil menilai saya..). Lalu tentang hari-harinya yang dihabiskan untuk memberantas kejahatan (baca: kemungkaran). Tentang cintanya yang kandas bersama MJ karena tuntutan harus berbuat benar.

Dan betapa kehidupan pribadinya sering dikorbankan demi membela manusia banyak.

Namun yang menyakitkan dari semua itu adalah opini liar tentang pembela kebenaran dari orang sekitarnya -yang nyata2 kawan atau bahkan keluarga- malah gak berpihak pada apa yg kita lakukan demi kebaikan umat manusia.

Peter parker pun mengalami perang batin -seperti yang sering kita alami-. Meski gak sedahsyat perang Troy vs Athena atau Alien vs Predator, tetep aja Peter harus berulangkali bermonolog;

apakah aku gak boleh mendapatkan apa yg aku inginkan, dan memiliki apa yg aku butuhkan?? Apa aku gak bisa kaya akh Fahri di Ayat-ayat cinta yg kehidupannya sempurna dan punya 2 istri cantik kaya Aisyah&Maria? Apa aku gak bisa kaya Markus Horison, yang sekali menikah langsung poligami menikahi 2 cewe, Kiki ama lia?

Jika saya mengalami apa yang Peter parker alami, mungkin saya sudah pensiun sebagai pembela kebenaran lalu menerima tawaran untuk gabung sebagai personil ke-8 Sm*sh atau menerima pinangan MD production buat membintangi sinetron “Dari Sujud ke Sujud” biar beradu akting lagi sama Asmiranda, biar populer dan biar banyak duit buat ngelamar doi secepatnya.

Tapi..

Setiap manusia itu punya pilihan bukan? Mau hidup 'normal' yg terlena fatamorgana dunia atau menjadi manusia pejuang yang berjuang dan mengajak umat manusia bersama-sama membela kebenaran?

Seperti kata Uncle Ben; kekuatan yang besar selalu diiringi tanggung jawab yg besar pula. Manusia yang benar akan menyadari hal ini..

Memang untuk melakukan hal yang benar itu kita harus berkorban dan tabah. Bahkan terkadang merelakan apa yg kita cintai, apa yang kita impikan.

Meski begitu, bukan berarti kita gak bisa menikmati apa yg menjadi hak kita. Bukan berarti kita gak bisa meraih cita-cita kita. Asal semuanya dilakukan secara proporsional, gak berlebihan dan gak melanggar syariat.

***

Heiii...ada yg nyaris saya lupakan. Bukan..bukan...Saya gak memakai daleman kebalik kaya Superman. Tapi Hari ini saya tepat berusia...hmmm... Ya kira-kira seusia Peter Parker saat nembak MJ, atau seusia Jake Dawson saat tenggelam di kapal Titanic. Umur dan ketampanan saya gak jauh beda lah sama mereka. :)

Jatah hidup saya emang berkurang. Tapi gak berarti hari ini untuk diingat-ingat, diperingati, diistimewakan apalagi dirayakan. Emangnya mau ngerayain pengusiran roh jahat kaya zaman kegelapan eropa kuno apa..

Dan lagi, apa sih yang patut kita rayakan? Merayakan keberhasilan hidup selama setahun kebelakang, atau mencoba berlari dari realitas yang gak mungkin dihindari? atau mungkin sejenak melupakan rasa takut akan kematian?

Bukankah ini sebuah paradox: merayakan saat-saat dimana kematian semakin mendekat?

Walau sering dikira sebagai Spiderman, saya lahir sebagai muslim lho. Dan akan selamanya sebagai seorang muslim.

Demi mempertahankan eksistensi muslim yang benar, rasanya kita harus menjauhi setiap perbuatan bid'ah kaya euforia ulangtahun atau milad..perbuatan yang sama sekali gak dicontohkan oleh teladan kita, oleh pahlawan kita: Rasulullah SAW.

Jujur saja. Setiap manusia itu membutuhkan pahlawan dalam hidupnya. Orang yg rela berkorban,berhati mulia dan menjadi tauladan yang menuntun kita berbuat benar...dan, kamu tentu gak nyangka bahwa sebenernya banyak orang menginginkan kita menjadi pahlawan mereka.

Kawan, Hidupmu adalah milikmu. Hidupmu yang singkat ini terlalu berharga untuk kau sia-siakan. Hidupmu yang sedang berjalan ini terlalu semu untuk kamu isi dengan berbagai hal klise; hanya mencari pemenuhan kebutuhan hidup, tanpa pernah kamu mau berbuat benar dan memperjuangkan kebenaran.

Selalu ada sejuta alasan untuk membuat diri menjadi pengecut. Tapi, tentunya kita semua ingin menjadi pemenang kehidupan. Bukan begitu, kawan?

#Bandung, 19 mei 2011

Minggu, 15 Mei 2011

Educrtizion

Waktu begitu cepat berlalu, melesat meminggirkan manusia yang menghalanginya. Seperti pesawat indonesia yang lepas landas melakukan aksi akrobatik pada peringatan hari kemerdekaannya (meski entah kapan mereka merdeka?) lalu kemudian menukik tersungkur ke tanah. Waktu yang semakin berpacu, tanpa terasa tahun2011 sudah memasuki bulan Mei. Bulan kelahiran saya yang identik dengan bulan pendidikan. Karena apa? Apalagi kalau bukan karena diklaimnya tanggal 2Mei sebagai hari pendidikan nasional.



Berbicara tentang dunia pendidikan. Jika saya dan kamu mau objektif melihat dunia pendidikan diwilayah indonesia ini, nampak jelas bahwa edukasi kita berada pada taraf yang mengkhawatirkan. Boleh sepakat atau tidak, ini hanya pendapat saya pribadi. Pendidikan adalah salahsatu akar kunci berkembangnya umat yang sedang dalam keadaan terpuruk sedemikian rupa. Maka, ketika komponen2 dalam dunia ini terkonsepsi dalam sebuah "sistem" yang mungkin diciptakan hanya untuk kepentingan sebagian golongan, apa yang dapat diharapkan untuk mengentaskan kebodohan (kejahiliyahan) ??



Hal pertama yang saya kritisi adalah materi pendidikan. Kenapa? Ini adalah bentuk ketidaksetujuan saya terhadap materi yang semakin sekuler. Materi yang saya maksud tentu terkait dengan ruang dan waktu yaitu "materinya sendiri", kurikulum, dan waktu yang mengekang potensi. Hanya terfokus pada kehidupan duniawi yang menjauhkan kita dari kehidupan ukhrawi-akhirat- yang justru kekal. Pelajaran2 sains malah menitikberatkan pada profesi berbayar sebagai tujuan akhir,bukannya menjadikan sains sebagai ibadah.

Pelajaran kewarganegaraan menempatkan nasionalisme,membela negara,bekerja untuk negeri sebagai prioritas utama manusia, bukan penghambaan pada Dia yg telah menciptakan manusia. Sedangkan dalam islam sudah jelas bahwa nasionalisme adalah ashobiyah. Dan tidak masuk surga orang-orang yang mati dalam ashobiyah. Memangnya kalau sudah mati, apakah negara mau bertanggung jawab atas kehidupan akhirat karena kita mati dalam rangka membelanya??

Pelajaran agama lain lagi. 1minggu hanya 2jam mata pelajaran. Mending kalau waktu yang sangat singkat itu sang penyampai materi(baca: guru/dosen) menyampaikan materinya secara kaffah,keseluruhan. Kalo engga?? Yang saya takutkan adalah ketika para guru, dosen yang terhormat melakukan berbagai penyimpangan dalam menyampaikan materi agama yang sungguh sangat sensitif dan memerlukan kapasitas ilmu yang benar. Tentang berbagai penyimpangan ini, akan saya bahas dalam catatan saya yang lain. Insya Allah.



***





Hal pokok berikutnya adalah hal yang membuat saya sangat iri pada zaman negeri ini dahulu. Satu zaman dimana Sunan Kalijaga, Sunan Gunungjati dan Maulana Malik Ibrahim lahir, tumbuh berkembang menyampaikan dan menyebarkan risalahNya ke berbagai pelosok wilayah. Atau di wilayah lain di zaman yang melahirkan Imam Syafii, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Hajar al-Atsqolani. Mengapa saya iri?? Baiklah saya sampaikan rasa iri saya..



Mereka2 ini, nama-nama yang tertulis dengan tinta emas dalam sejarah, yang ikut dalam proses membangun sebuah peradaban yang gilang gemilang untuk seluruh umat manusia. Bukankah mereka menyebarkan ilmunya, berkeliling mengajar masyarakat tanpa dibayar??atau kalau pun mau hanya sekadar santunan negara.

Darimana mereka lahir?? Apakah dari pendidikan yang berharga ratusan dinar atau ratusan juta?? Atau dari hasil belajar di institusi yang untuk masuknya saja perlu membayar 1OOJuta rupiah??

Saya yakin tidak. Mereka lahir dari halaqah-halaqah gratis, pendidikan Qur'ani yang mencakup sosio dan sains mulai sejak usia dini.



Jika dipandang dan dipikir dengan otak materialistis, bukankah mereka adalah orang-orang yang tidak MENGHARGAI ilmu?? Mau-maunya menyebarkan ilmu tanpa dibayar. Rakyat kesultanan demak dan kekhalifahan Abbasiyah tentunya kurang menghargai ilmu karena tidak membayar. Mereka hanya mengandalkan baitul mal dan zakat.

Bukankah dari Demak lahir para wali macam Sunan Muria dan para pahlawan macam Adipati Unus&Fatahillah yang berhasil mengusir portugis??

Bukankah dari Baghdad tempat kekhalifahan Abbasiyah telah melahirkan ilmuwan, ulama, mujtahid sehebat Imam Muslim, Al-Khawarizmi, Ibnu Sinna yang ilmu mereka menjadi cahaya peradaban Islam selama 7OOtahun lebih??

Masa mereka bisa menjadi seperti itu belajarnya gratis sih...

Lalu bandingkanlah dengan sistem pendidikan berbayar sekarang yang teramat mahal. Sudah berapa kali sistem ini melahirkan ribuan koruptor yang merasa perlu balik modal karena sekolahnya sudah keluar banyak duit??

Sudah berapa banyak pekerja yang menghambakan dirinya di instansi asing yang kerjaannya mengeksploitasi kekayaan alam(baca: merusak bumi)??

Dan sudah berapa banyak ilmuwan, birokrat dan professional yang katanya sekolahnya tinggi-tinggi itu hanya berpikir duniawi dan bahkan atheis??



Tulisan ini memang hanyalah semacam kritisi terhadap dunia pendidikan kita; educritizm!!, tanpa solusi karena saya bukan pencari solusi yang tepat. Tapi jika kamu mau solusi yang benar, silahkan merendahkan diri di hadapanNya.. Silahkan kembalikan pada Al-Qur'an&Hadits dan perkuat keyakinan kita, kepada Allah SWT yang maha mengatur segalanya... bergeraklah dalam rel yang benar dalam bidang yang kamu jalani dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai landasannya.



Agar kelak satu hari nanti, di suatu pagi yang tenang kita dapat menatap langit jingga pertanda sebuah sinar kebangkitan yang datang, pertanda kobaran semangat para pejuang Allah..dan kita dengan takzim dapat berkata: ISYHADU BIANNA MUSLIMUN...!!

Senin, 07 Maret 2011

Hidup Yang (luar) Biasa

Album berwarna coklat tua yang tergeletak di step 2 lemari itu nampak berdebu. Perlahan saya bersihkan debunya untuk kemudian membukanya. Oh, ini foto-foto zaman dahulu. Ada 1 foto seorang lelaki tersenyum simpul dalam balutan baju putih khas meneer belanda. Di belakangnya, latar gedung tua dengan gaya art deco indische menambah kesan gagah lelaki itu. Di bagian bawah itu ada sebuah tulisan " Rd. Abdul Horiz , 1925 ".

" itu foto kakekmu.." suara ngebass ayah mengagetkan saya.

"beliau dipanggil yg maha kuasa tahun 1982, saat ayah masih kelas 2 stm. Jadi...kamu memang belum pernah bertemu dengannya secara langsung.." Ayah memulai pembicaraan, sementara saya masih terdiam menatap wajah tampan kakek yang mengalir deras pada cucunya ini. :)

" dulu.. kakekmu itu adalah pegawai karesidenan di batavia, seseorang yang cukup terpandang. Namun seiring invasi belanda di batavia yang terus berlangsung, kakekmu memilih berhenti dari posisinya untuk ikut berjuang memerdekakan diri. Meninggalkan kenyamanan untuk bergerak hengkangkan kolonialisme belanda.."

Saya mulai tertarik dengan cerita ini, kisah nyata yang tidak dibumbui macam2 hingga jauh dari cerita aslinya.

"hmm..terus, bagaimana lagi ceritanya?"

"dimasa agresi militer, kakekmu juga ikut longmarch bersama ribuan massa lain. Mereka berjalan kaki dari batavia yang mulai chaos menuju jogjakarta yang lebih aman untuk melindungi rakyat dari serangan musuh. Beliau memang orang yang rendah hati dan memiliki solidaritas tinggi, itu pula yang tercermin dalam sikapnya sehari-hari.."

Ayah berhenti menenun helaian kata. Sejenak berhenti, matanya menerawang seakan menyibak tirai masa lalu.

"terus apalagi..?" saya mencoba melumerkan kebekuan.

" wah..kamu ini. Kalau diceritakan semua sih, 4 gelas kopi sampai subuh juga gak bakal cukup nemenin ayah.."

Dia kemudian sedikit bercerita, bertahun-tahun sesudah masa agresi yang disusul zaman pemberontakan, kakek merintis karier sebagai sutradara film. Ada 1 foto yang mengabadikan kakek saat syuting di pulau bali, sedang mengarahkan artisnya dalam sebuah scene.

Tanpa foto hitam putih itu mungkin saya sedikit kurang percaya fakta itu. Ternyata tanpa sekolah sinematografi pun bisa menjadi sutradara rupanya. Saya jadi ingin bertemu kakek, meski itu tak mungkin.

Bercerita dan mendengarkan sebuah kisah di masa lalu seperti menyibak tirai yang berlapis. Semakin disibak semakin penasaran untuk terus dibuka satu persatu. Seperti ingin hanyut dan tenggelam dalam arusnya.

Saya jadi membayangkan bagaimana jika kakek saya dan kakek atau buyut kalian semua diberi kesempatan untuk kembali ke zaman sekarang. Hidup dan menyaksikan negeri ini, negeri yang dulu mereka perjuangkan dengan darah kini dijajah bangsanya sendiri. Mereka yang dulu memperjuangkan hak masyarakat yang dirampas inlander mungkin kini menangis melihat hak manusia itu kini dicerabut dari fitrahnya. Tak ada kesempatan dan hak mendapat pendidikan, kesehatan dan hak kolektif lainnya secara setara dan objektif.

Mereka yang dulu memperjuangkan papua, jawa dan daerah lain kini meratapi kenyataan bahwa komoditi SDA daerah itu dilokalisir penguasa dan pejabat untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka yang memperjuangkan kemerdekaan dari kebodohan, hak manusia untuk eksis, harus mengurut ada melihat bangsanya dibodoh-bodohi, dihina dinakan tanpa henti, ditipu bangsa asing dan bahkan bangsanya sendiri yang melakukan korupsi menjijikan.

Hhh..

Kita hanya bisa menghela nafas menatap bangsa yang dulu jaya, rimba yang dulu perkasa.

Mencari kisah masa lalu dan kemudian melihat realitas masa kini, melulu mendatangkan kepedihan atas kejadian yang telah terjadi. Memang benar kata orang bijak, mengambil lilin lalu menyalakannya jauh lebik baik dari sekedar mengutuk kegelapan.

Entah berapa banyak bumi berrevolusi terhadap matahari. Dan sudah berapa banyak pula kehidupan merevolusi dirinya sendiri. Tangis dan tawa menjadi bagian kehidupan yang selalu berganti-ganti.

Dalam itu pula manusia lahir ke muka bumi menyandang misi yang dia dialogkan dalam kandungan ibunya ketika berumur 4 bulan, yaitu hidup. Hidup yang penuh eksistensi. Hidup yang penuh ibadah. Menorehkan tinta emas dalam kertas yang masih murni.

Dan bumi menjadi saksinya, bumi yang menjadi rekam jejak manusia memilih kehidupannya.

" hidup itu seperti lari estafet. Harus selalu ada yang memegang tongkat. Jika dulu kakek yang berjuang, lalu kemudian ayah..dan kini tongkat estafet itu ada di tangan kamu.."

"apa saya harus ikut berjuang mencari kebenaran, ikut memperjuangkan nasib umat&bangsa. Saya tidak yakin akan sanggup ayah.. Saya ingin hidup biasa saja..!!"

" memperjuangkan kebenaran itu tak selalu dengan demonstrasi, atau perang bahkan revolusi.. Bekerja mencari nafkah untuk anak istri, mendidik mereka secara benar juga memperjuangkan kebenaran. Teruslah belajar dan gunakan potensimu untuk kepentingan umat.."

"tapi...saya takut, ayah.."

"bersikaplah sebagai lelaki.. Hidup itu memang terjal. Isi hatimu dengan keyakinan. Dan beribadahlah, niatkan semua itu untuk beribadah. Maka Allah akan menutup kelemahan2 kita, dan yakinlah kita tidak selemah yang kita kira.."

lama saya terdiam.

" nak, kamu pernah dengar bahwa hidup yang paling indah itu adalah hidup yang berjalan diatas bara..?? Tak usah takut akan panasnya, jalani saja. Kamu akan mengetahui bahwa semua itu indah. Dan, bukan hanya ayah yang akan bangga ketika kau menapakkan kaki di atasnya, tapi juga Dia yang Maha indah.. Dia yang tiap hari kamu sembah..!!"

seperti menunggu kepingan totem berhenti berputar, saya diam dan termangu.

Hidup memang sebuah pilihan. Hidup biasa atau luar biasa.

Hidup biasa tanpa rekam jejak yang disisipi kesalahan&kebodohan.. Atau hidup luar biasa untuk berbuat benar. Meski untuk berbuat benar itu, kita harus berkorban. Kadang merelakan apa yang paling kita inginkan.

Mata saya berkaca-kaca menahan kristal air membuncah di pelupuk mata. Sampai malam larut saya masih memikirkannya. Sampai saya menanti di gerbang mimpi. Untuk kemudian membisikkan kata-kata padaNya. Untuk menerbangkan kupu-kupu doa beruntai harapan ke singgasana Arasy yang agung, agar Dia yang maha indah itu memberikan keberanian. Keberanian untuk menjalani kehidupan. Amin.


kiri, kanan dan jalan lurus

suatu hari, di sebuah forum tempat manusia berkumpul dan merenung mencari sesuap hikmah..

"kamu kiri ya? sosialis dong!"

"kamu kanan ya..??wah..liberal! kapitalis ah!!"

kiri?kanan? seperti rute ojeg saja.

di lain kesempatan..

" eh elu islam moderat ya!!"

"nah eluu, islam fundamental..!!"

moderat dan fundamental tu campuran bahan buat bikin bom ya..??

Itulah komentar atau lebih tepatnya 'tuduhan' yang sempat rekan2 saya alami ketika mereka mengutarakan pendapatnya. dikotak-kotakkan. Kesannya menjadi labelisasi. Dan saya kurang suka dengan pelabelan macam itu.

Saya jadi teringat ucapan imam ali bin abi thalib ; "Kanan dan kiri adalah jalan yang sesat, sedangkan jalan yang ada di tengah adalah jalan yang lurus dan benar"

apakah kiri dan kanan diatas adalah yang dimaksud imam ali..hmm..saya tidak mau berspekulasi.

***

Kiri dan kanan. Dewasa ini manusia sepertinya dihadapkan pada 2 pilihan saja, tidak ada yg lain, termasuk buat kita umat islam. Jika bukan kapitalis ya sosialis.

Bagi orang2 yang apatis, mementingkan kenikmatan duniawi mereka memilih liberal dengan kapitalis sebagai ideologi hidup. Asal diri ini senang, merajalela menumpuk harta. Semua hanya dinilai dari materi.

Dalam ekonomi kapitalis, harga adalah satu2nya pendukung. Mengapa? Yang menyebabkan seseorang bekerja keras adalah 'penghargaan' kepadanya. Karenanya, orang yg memanfaatkan produk dan jasa harus rela membayar mahal.

Dunia pendidikan diswastanisasika. Para alumninya rela membayar mahal walaupun alumninya kelak menjadi seorang profesional, birokrat, pengangguran atau malah menjadi koruptor dan pembunuh.

Begitu pula dunia kesehatan. Hanya segelintir orang yg bisa menikmati fasilitas RS, klinik, dokter dengan baik karena biayanya teramat mahal. Orang miskin hanya bisa menjerit. Maklum lah, fasilitas&alat2 kesehatan itu mahal. Jadi kalo bayarnya murah atau gratis, kapan break even pointnya..??

Sementara itu di sisi lain ada orang2 yg memiliki kepekaan&solidaritas tinggi. Membutuhkan perubahan akan keadaan, bosan dengan stagnansi yang banal. Mereka menginginkan revolusi karena prihatin melihat pendidikan semakin mahal, angka pengangguran melambung tinggi. Hidup sehat hanya mimpi bagi kaum proletar.

Lihatlah. Diatas tanah hasil penggusuran rumah kumuh dibangun mall tempat kaum borjuis menghamburkan uang tanpa peduli si miskin yg putus sekolah hanya menatap mereka dengan mata hampa dibalik jendela. Di tempat lain seorang pencuri ayam dibakar massa, sementara koruptor dan mafia pajak bebas berlibur kemana-mana.

Hukum laksana pisau yg tajamnya hanya ke bawah. Begitu tajam saat mengiris-iris si miskin, tapi tiba2 mendadak tumpul saat menghadap orang terhormat dan berduit.

Dunia seolah tanpa keadilan. Mereka pun memimpikan dunia tanpa kelas. Inkuisisi jalanan terjadi, revolusi sampai mati. Mengganyang kapitalis untuk menggantinya dengan sosialis yg dinilai lebih beradab dan merata.

Tapi mari sejenak kita tengok dengan perspektif lain. Bukankah mereka, kaum liberal yg kapitalis dan revolusioner yg sosialis itu telah menerima islam sebagai keyakinan mereka? Bukankah mereka telah bersaksi bahwa Allah, tuhan maha esa yg mereka percayai itu ada??

Tak mustahil mereka sangat yakin dan tidak meragukan kebenaran islam.

Akan tetapi, banyak dari kita semua tidak menemukan solusi atas semua permasalahan. Itu tadi, karena selama ini kita dan mereka hanya mengenal 2 pilihan: kapitalis dan sosialis untuk menyelesaikan pelbagai masalah tsb. Kita ini hanya melihat kiri dan kanan, padahal ada jalan yg lurus.

Boleh jadi kita ini tidak mendapat pemahaman tentang islam sesungguhnya. Kita hanya mengenal islam yg parsial, islam yg telah mengalami penyunatan sana sini.

Sehingga kita semua mengenal islam hanya sebatas ritual belaka. Solat, zakat, puasa, naik haji tanpa mengetahui esensi dibalik itu semua. Tanpa pernah mendapat pemahaman bagaimana islam mengatur perekonomian, pemerintahan, pendidikan, hukum dsb. Tanpa juga tahu islam yg mengatur ranah politik. Hukum Allah yg mengatur, bukan hanya mengganjar setiap kejahatan tapi juga mencegah agar kejahatan tak terjadi.

Kepingan2 puzzle yg hilang inilah yg membuat islam terkotak-kotakkan. Jadilah kita mengenal 'berbagai macam islam' . Umat dan ulama muslim yg compromise dengan segala kebijakan pemerintah disebutnya moderat. Sedangkan yg menentang kemunkaran dilabeli islam garis keras. Yang ritualnya tidak jalan dinamai islam ktp. Apalagi kini muncul islam liberal. Kelompok yg begitu agresif mengkritisi al qur'an tapi mendadak manut disodori pemikiran barat.

Semua pelabelan itu tentu sangat mengganggu. Islam dikotak2an, padahal islam itu jelas dan satu, satu keyakinan. Berpijak pada alquran dan hadits.

Bagaimana mungkin dikatakan islam jika habis2an mengkritisi alquran tanpa pernah mengkajinya?

Bagaimana bisa dikatakan islam jika memuja2, bahkan mencium telapak kakinya kiai yg berkata bahwa alquran adalah kitab paling porno? Naudzubillah.

Kita jadi begini karena menjauh atau dijauhkan dari pedoman hidup kita, alquran. Sehingga kita tidak memahami islam seutuhnya. Bukankah dlm an-nisa 59, allah berfirman:

" hai orang2 yg beriman, taatilah Allah, RasulNya dan taatilah pemimpin (ulil amri) diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat ttg sesuatu, maka kembalikanlah pada Allah (alquran) dan rasul(sunahnya), jika kamu benar2 beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya"

saat saya mengetik tulisan ini, adzan isya berkumandang. 10 menit berlalu, saya masih asyik di hadapan monitor.

Teman di sebelah saya mengingatkan:

"wah..katanya pengen memahami islam yg seutuhnya, kok solatnya masih ditunda-tunda sih..!!"

ah benar juga dia..

untuk memulai sesuatu yg benar, memang harus diawali dengan benar. Harus diawali dari diri sendiri dan harus dimulai saat ini juga..

Jumat, 25 Februari 2011

perenungan (tentang ahmadiyah)

Saya lagi merenung. Jongkok tercenung di depan ember yang penuh terisi air. Sedangkan di sebelah kiri saya ada bak berisi air dengan volume yg lebih besar daripada ember tadi. Diatasnya ada keran menitikkan air setetes demi setetes. Suara tetesan airnya beriringan dengan suara jangkrik yang mengalun indah serempak menyuarakan revolusi.


Di perenungan ini, saya jadi teringat ahmadiyah. Ahmadiyah yang mengaku islam.

Sebelum kita menjudge, saya mencoba fair untuk bersikap. Marilah kita mulai dengan "sang nabi" ; mirza ghulam ahmad. Sang nabi sekaligus pendiri ahmadiyah. Jika memang dia mengaku islam, ada satu hal yang sangat kontradiktif antara islam dengan keyakinannya. Karena Islam sangatlah jelas dipimpin oleh Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir, ini membuat saya heran. Namun sebelum menarik kesimpulan, mari buka sejarah sejenak. Sejarah yang mungkin diperam para pemenang sejarah.


Mirza Ghulam Ahmad yang lahir dalam keluarga Muslim di suatu desa di India Utara yaitu Qadian tahun 1839M menceritakan bahwa ayahnya bernama Atha Murtadha berkebangsaan mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal. 134, kary. Mirza Ghulam Ahmad).

Namun anehnya, ia juga mengatakan “Keluarga dari Mongol, tetapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal dari Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada yang mengetahui seluk-beluk keluargaku seperti berita yang datang dari Allah Ta’ala.” (Hasyiah Al-Arba’in, no.2 hal.17, karya Mirza Ghulam Ahmad).

Dia juga pernah berkata, “Aku pernah membaca beberapa tulisan ayahku dan kakekku, kalau mereka berasal dari suku mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku bahwa aku dari bangsaPersia.” (Dhamimah Haqiqatil Wahyi, hal.77, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Yang anehnya lagi, ia juga pernah mengaku sebagai keturunan Fathimah bin Muhammad.

Asal-usulnya memang sedikit absurd. Tapi kita tinggalkan saja dia.


Anggap saja dia benar nabi. Hal pertama yg seharusnya dia lakukan adalah dia tidak merujuk pada AL quran, karena sudah jelas alquran adalah kitab umat islam dan diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad seorang.

Sedangkan dia masih merujuk pada beberapa ayat di alquran, itupun parsial-sebagian- saja. Tidak utuh dan menghilangkan substansi yang terkandung dlm ayatnya. Lha ini bagaimana, katanya nabi baru.. tapi masih merujuk alquran?? Bukankah setiap nabi dan rasul itu membawa wahyu baru dan kitab baru?


ini satu contoh dia mengotak-atik quran dan menggabungkannya ke dalam kitab suci versinya -Braheene Ahmadiyyah-:

” ‘Inna Anzalnaahu Qariiban min alQadian wa bil Haq anzalnaahu.

(Ing.) No doubt we have sent him (Mirza) near Qadian and with truth we have sent him’;

(Ind.) Telah jelas bahwa kami telah mengirimkannya (Mirza) dekat Qadian dan dengan benar kami telah mengirimkannya ‘; . . .

pernyataan wahyu yang telah diterbitkan dalam Braheene Ahmadiyyah ini telah jelas dan keras menyatakan bahwa nama Qadian telah disebut secara jelas dalam Quran atau Hadits sebagai pernyataan kenabian.”

(catatan: Coba periksa ‘tenses’ yang sengaja dalam Quran dibuat past tense–dalam bahasa arab disebut madhi yang berarti suatu kejadian yang sudah lewat atau lampau pada waktu al Quran disampaikan/diwahyukan—Seandainya akar kata nazala tersebut dibuat untuk perkiraan, masa datang, atau masa kini, Allah akan mengatakan “Unazzilu” sebagai ganti “Anzalna”.)

Allah mewahyukan Qur’an dalam bahasa arab dengan akurasi yang luar biasa, seandainya ditulis dalam bahasa apapun, maka al Quran akan menjadi suatu maha karya yang luar biasa dalam hal akurasi maupun isinya–seperti halnya yang telah ditulis dalam bahasa Arab.


saya sendiri heran kenapa mirza mendapat wahyu dalam bahasa arab. Biasanya sih , seorang nabi dan rasul mendapat wahyu itu sesuai bahasa ibunya. Katakanlah Muhammad mendapat wahyu bhs arab. Yesus (isa) mendapat wahyu dlm bahasa ibrani dll. Kalo dia nabi harusnya ya dapet wahyu dalam bahasa urdu, bahasa ibu dia.

Jika mirza konsisten dengan kenabiannya dan umat2nya konsisten menjadikan dia sebagai nabi, maka silakan buat kitab suci baru, nama agama baru, tampat ibadah baru dan kelengkapan lainnya yg serba baru. Dan please, bikin aturan hidudp sendiri sesuai apa yg telah "tuhan" wahyukan padanya. Rasanya cukup fair bukan..?? Daripada mengaku islam.


ohya satu lagi, dan ini -saya rasa- bisa menguak tabir misteri siapa dia sebenarnya.

Mirza hidup dalam kungkungan imperialisme inggris di india selama puluhan tahun. Seorang pemimpin, apalagi pemimpin umat. Wajarlah kiranya jika dia melakukan pemberontakan atas kedzaliman yang terjadi, membebaskan umat dari cengkeraman imperialis yang mengkebiri HAM. Bagaimana dengan Mirza??


Sementara Penjajah Inggris dibuat pusing di India karena adanya semangat Jihad di kalangan Muslim,, dalam anjuran dan dakwahnya, Mirza Ghulam Ahmad justru menulis buku-buku dan pamflet-pamflet yang membatalkan/MENCABUT JIHAD serta menganjurkan KESETIAAN KEPADA PENJAJAH INGGRIS SEBAGAI RUKUN IMAN. Disinilah momentum Mirza Ghulam mendirikan Gerakan AHMADIYYAH tahun 1889 dan menamakan pengikutnya sebagai AHMADI MUSLIM. Ia memberi label kepada umat yang tidak menerimanya dan tidak menerima kenabiannya sebagai haram jadah(bastards).

Coba simak 1 pernyataan Mirza dalam sbuah bukunya:

"Sejak kecil sampai sekarang setelah berumur 65 tahun, saya telah melakukan dengan pena dan lidah saya, tugas-tugas penting dalam mengubah hati umat Muslim kedalam cinta kasih & niat baik serta simpati terhadap Pemerintah Inggris dan melenyapkan ide dan semangat Jihad dari hati orang-orang (Islam) bodoh itu. " (Kitab-ul-Bariyah, Roohani Khazain vol 13 p.350)

Bukankah berbeda dengan Ibrahim yg menghancurkan berhala karena akal logisnya yg merasa tidak mungkin patung menjadi tuhan?? Atau Isa yg juga menentang imperialisme Romawi terhadap bangsa yahudi??


dari sinilah muncul spekulasi terbesar bahwa dia menjual keimanannya demi mendapatkan keuntungan harta. Di satu sisi muncul juga dugaan dia budak inggris dalam upaya memecah belah umat islam yang nampaknya saat ini telah berhasil.

Dan saya punya 1 pertanyaan : dimanakah lokasi pusat ahmadiyah yang juga sebagai tempat kongres tahunan ahmadiyah..??

Yuph! anda benar!! jawabannya absolutely: INGGRIS.


Tapi sekali lagi, ini hanya spekulasi (kecuali kantor pusat ahmadiyah yang jelas fakta, silakan cek di ustad google).

Jika memang ingin mengetahui kebenaran sejatinya, perlu mesin waktu untuk mengeceknya. :)


***

Sesungguhnya para Penguasa itu, dan musuh2 Allah SWT lainnya sangat takut akan KEBANGKITAN ISLAM, serta SEMANGAT JIHAD dari kaum Muslimin. Mereka tahu bahwa dengan adanya MUSLIM YANG MEMELUK QADIANI/ AHMADI, berarti berkurang lagi satu umat Muslim. Tiap orang Ahmadi harus percaya bahwa JIHAD ADALAH HARAM. Dengan demikian Gerakan Ahmadiyyah Movement adalah agen Anti Kekuatan Islam dalam rangka membuang keimanan ummat atas nama Islam.


Tapi saya pikir yg terpenting adalah meningkatkan kualitas keimanan kita, mempercayai sedalam-dalamnya bahwa islam yang kita pilih, yang telah Muhammad sampaikan pada kita via Alquran dan al hadits adalah sebenar-benarnya rohmatan lil alamin. Orang lain? ya terserah. Lakum diinukum waliyaddin; untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.

Tapi kalo ahmadiyah ngaku islam ya lain lagi ceritanya..ya gak?? :)


semoga Allah SWT menjaga iman setiap muslim dari godaan2 kejahatan. amin.

Sabtu, 19 Februari 2011

dunia anak-anak

Saya tiba di rumah malam hari setelah beberapa hari tidak pulang. Badan saya terasa amat lelah. Mata saya pun sedikit berkunang-kunang. Ketika saya membuka pintu, sosok kecil berperawakan pendek dengan rambut poni itu melirik ke arah suara pintu berdecit. Lalu dalam sepersekian detik raut mukanya yg masam cemberut tiba2 berubah cerah. Itulah dia, adik terkecil saya yg masih berusia 3 tahun. Dengan senyum lebarnya yg innocent, dia kemudian berlari ke arah saya seraya menghambur ke arah kaki saya. Saya lalu jongkok untuk membiarkannya memeluk saya.

Dia minta saya memangkunya. Saya menolak. Tapi rengekannya yg manja mau tak mau memaksa saya mengabulkan keinginannya. Dalam kondisi lelah, saya memangku sang malaikat kecil. Namun tingkah lakunya yg lucu sungguh membuat rasa lelah itu hilang..!! :)

apakah kamu punya adik, ponakan atau bahkan anak yg masih kecil? Cobalah perhatikan mereka barang sejenak, semenit atau 2menit. Kamu pasti bisa merasakan betapa dunia ini mendadak berubah ceria saat menikmati kelucuan mereka. Begitulah.

Anak kecil memang seolah ditakdirkan menjadi penyemarak suasana. Tingkah laku dengan segala gerak-gerik ditambah mimik yg lucu seperti mampu membuat orang yg melihat bakal terkekeh-kekeh atau paling tidak menyunggingkan seutas senyum. Senakal dan sebandel apapun mereka dengan lakunya yg kadang nyebelin, kehadiran anak kecil bisa diibaratkan seperti lilin di tengah kegelapan.

Begitu banyak drama tentang emosi dan konflik berkepanjangan yg menemukan happy ending berkat kehadiran dan keberadaan anak-anak. Lihatlah ketika kelahiran seorang bayi mampu melumerkan kebekuan hubungan orangtua dengan anak atau menantunya. Bahkan berita kehamilannya saja bisa membuat relasi suami istri yg retak menjadi kembali utuh dan meluluhkan sifat oportunis keduanya...

***

setelah puas memperhatikan adik, ponakan atau anak kecilmu itu. Apa yg kamu lihat dan rasakan ??

Mungkin suasana yg kamu rasakan mendadak berubah meski tak ekstrem namun menyegarkan.

itulah Sifat ceria anak-anak yg dapat menjadi pemecah kebuntuan dan menyamankan suasana.

Dalam kompleksitas hidup yg semakin banal ini, suasana yg ceria dan nyaman -sebutlah atmosfer kondusif- sangat mutlak kita butuhkan untuk menjalani putaran roda hidup yg makin hari makin berat dan bahkan kejam.

Dengan atmosfir kondusif saja kita sudah susah, bagaimana mau menjadi pemenang kehidupan jika kehidupan ini direcoki berbagai konflik yg tak ada ujungnya..??

Ada baiknya kita belajar dari seorang ayah yg berani menghilangkan egonya dengan meminta maaf pada anaknya ketika dia berlebihan memarahi sang anak. Atau ketika dia berusaha membangkitkan semangat anaknya yg down dengan bersikap ceria dan mengajak sang anak bercanda riang. Buat seorang ayah, reputasinya sebagai tauladan dan pemimpin keluarga jelas tak akan pudar hanya karena minta maaf dan banyak bercanda. Justru mungkin ia akan semakin disayang oleh seluruh anggota keluarga.

Sayangnya, makin sulit saja menemukan orang dewasa yg masih setia memelihara sifat kekanak-kanakannya. Tentu dalam konteks positif. Seseorang yg bisa menjadi pemecah kebuntuan. Pemberi kehangatan dan penghancur kebekuan suasana. Sebaliknya, seringkali justru kita tergoda untuk menjadi orang yang "benar benar dewasa" . Selalu berusaha menjadi pemenang dan tak pernah peduli pada suasana dan orang lain...

Rasanya makin sulit saja menolak keinginan adik saya untuk dipangku atau digendong. Meski badannya semakin hari semakin berat saja, tapi tak tega juga mengabaikan keluguannya. Selagi dia masih kecil.

Terang saja, jika ia sudah besar nanti, memangnya dia mau dipangku lagi?? :)

Maka sebelum terlambat, rasakanlah dunia anak-anak yang penuh warna. Yang penuh keceriaan. Dan rasanya tidak salah untuk memelihara sifat kekanakkan kita dalam konteks positif. Siapa tahu, itu kesempatan terakhir buat kita.

Selasa, 15 Februari 2011

mengapa ayam menyeberang jalan...???

Di bawah ini adalah beberapa jawaban dari orang-orang dari berbagai jenis profesi... Dari mulai ilmuan, presiden, mantan presiden, mantan menteri, artis, pemain film (bokep juga),,, dan lain-lain....

Check it Out....

Guru TK :

Supaya sampai ke ujung jalan.

Plato :

Untuk mencari kebaikan yang lebih baik.

FBI :

Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles :

Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Captain James T. Kirk :

Karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi.

Martin Luther King, Jr. :

Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

Machiavelli :

Poin pentingnya adalah ayam menyeberang jalan! Siapa yang peduli kenapa !! Akhir dari penyeberangan akan menentukan motivasi ayam itu.

Freud :

Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush :

Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin :

Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein :

Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela :

Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki :

Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

Mugabe :

Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyeberanginya dengan dorongan ayam-ayam veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyeberanginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahan Inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya !!

Isaac Newton :

Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Miyabi :

Ooohh.... Mmmhhh...

Programmer J2EE :

Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

Flasher :

Karena pada keyframe tersebut terdapat actionscript yang bertuliskan perintah 'GoTo And Run' ...

LB Moerdani :

Selidiki! Apakah ada unsur subversif?

Sutiyoso :

Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto :

Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya disukabumikan saja.

Habibie :

Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Darwis Triadi :

Karena di seberang jalan, angle dan lightingnya lebih bagus.

Nia Dinata :

Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya?

Desi Ratnasari :

No comment!

Dhani Ahmad :

Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...

Julia Perez :

Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada disana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaaaaaaaahhh dia kesanalahh.. Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten :

Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan).

Butet Kartaredjasa :

Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Roy Suryo :

Kalo diliat dari metadatanya, itu ayam asli.

Mega Karti :

Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko :

Berdasarkan petunjuk presiden.

and the best answer is..........

Gus Dur :

"Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot! Bukannya kerja tapi malah baca ginian..."

Kalo menurut kamu,,, Mengapa Ayam Menyebrang Jalan ????

:p